Ekonomi Sumut Diproyeksi Membaik di Kuartal I

  • 19 Feb 2026 14:10 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara, Gunawan Benjamin memproyeksikan ekonomi Sumatera Utara pada kuartal I 2026 akan tumbuh terbatas setelah terdampak bencana besar pada akhir 2025.

Pertumbuhan diperkirakan berada dalam kisaran 0,18 hingga 0,27 persen secara kuartalan (q-to-q), sekaligus berpotensi memutus tren kontraksi yang terjadi pada kuartal I 2024 dan 2025.

Gunawan menjelaskan, sejumlah sektor usaha mulai menunjukkan tanda pemulihan pascabencana.

“Sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, hingga transportasi dan pergudangan berpeluang membaik pada kuartal pertama,” ujar Gunawan, Kamis, 19 februari 2026.

Selain pemulihan aktivitas usaha, momentum Ramadan dan Idul Fitri juga diperkirakan mendorong konsumsi rumah tangga sehingga menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Pada sektor industri pengolahan, khususnya kelapa sawit, terjadi peningkatan aktivitas pengolahan bahan mentah menjadi bahan baku sekitar 3 persen hingga Februari. Namun, industri yang mengolah bahan baku menjadi produk menengah dan akhir masih relatif stagnan dengan kecenderungan melemah.

Sementara itu, industri pengolahan karet justru menunjukkan penurunan kapasitas penggunaan bahan baku. Meski demikian, Gunawan menilai sektor lain masih berpotensi pulih seiring meningkatnya aktivitas ekonomi pada periode hari besar keagamaan.

Di sisi lain, ia mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang berpotensi menekan kinerja ekonomi sepanjang 2026, terutama dari sektor eksternal.

“Tekanan ekspor bisa muncul akibat melemahnya harga komoditas pesaing minyak sawit, seperti minyak kedelai, yang dapat menurunkan permintaan ekspor,” katanya.

Faktor geopolitik global juga dinilai berpotensi memengaruhi peta perdagangan dan kinerja ekspor daerah. Namun, dampak tekanan tersebut diperkirakan belum terlalu terasa pada awal tahun.

Gunawan menambahkan, kewaspadaan perlu ditingkatkan pada kuartal kedua hingga keempat 2026. Program MBG diperkirakan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi, meskipun berbagai risiko terhadap sektor usaha tetap perlu diantisipasi sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....