Waspada Paylater: Cara Cerdas Kelola Keuangan Gen Z
- 28 Jan 2026 16:54 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Kemudahan akses teknologi finansial berupa fitur Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater kini menjadi tren di kalangan Generasi Z. Meski menawarkan kemudahan dalam bertransaksi, fitur ini bagaikan pisau bermata dua yang dapat menjerumuskan penggunanya ke dalam jeratan utang konsumtif jika tidak dikelola dengan bijak.
Kemudahan syarat pengajuan dan integrasi di berbagai platform e-commerce yang kemudian anak muda termasuk Gen Z menjadi salah satu kelompok pengguna pay later juga didalamnya. Namun, dibalik kemudahan tersebut, terdapat risiko bunga majemuk, denda keterlambatan, hingga dampak buruk pada skor kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK yang dapat menghambat akses pinjaman di masa depan, seperti KPR.
Penggunaan paylater sering kali dipicu oleh dorongan impulsif dan fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Untuk menghindari risiko tersebut, berikut adalah strategi mengatur keuangan sehat bagi anak muda:
1. Pahami Skala Prioritas dan Kemampuan Bayar
Sebelum menggunakan fitur paylater, pastikan barang yang dibeli adalah kebutuhan mendesak, bukan sekadar keinginan. Prinsip utama yang harus dipegang adalah tidak mengambil cicilan jika total cicilan per bulan sudah melebihi 30 persen dari pendapatan total.
2. Membaca Syarat dan Ketentuan Secara Detail
Banyak pengguna terjebak karena tidak teliti membaca rincian bunga, biaya administrasi, dan denda. Transparansi terhadap biaya tambahan sangat penting agar pengguna tidak terkejut saat tagihan membengkak di akhir bulan.
3. Gunakan Hanya untuk Kebutuhan Produktif
Alih-alih menggunakan paylater untuk gaya hidup atau konsumsi jangka pendek, fitur ini sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan darurat atau untuk pembelian barang yang menunjang produktivitas (seperti alat kerja) dengan perhitungan matang.
4. Rutin Melakukan Evaluasi Keuangan
Mencatat setiap transaksi dan cicilan yang berjalan adalah kunci. Dengan melakukan evaluasi mingguan, Gen Z dapat memantau sejauh mana beban utang yang dimiliki dan segera menghentikan penggunaan paylater jika arus kas mulai tidak seimbang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....