Kinerja Sektor Perbankan Di Jambi Stabil Dan Tumbuh,
- 24 Jan 2026 17:16 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Kinerja intermediasi Bank Umum (BU) di Provinsi Jambi stabil dan tumbuh. Data pada Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi (OJK Jambi) menunjukkan, per November 2025 kredit tumbuh sebesar 5,36 persen (yoy) menjadi Rp57,28 triliun. Kredit konvensional tumbuh sebesar 4,60 persen (yoy) menjadi Rp50,33 triliun dan untuk pembiayaan syariah tumbuh sebesar 11,24 persen menjadi Rp 6,95 triliun.
“ Terdapat peningkatan pada Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,70 persen (yoy) yang berasal dari DPK perbankan konvensional yang meningkat sebesar 9,85 persen (yoy) menjadi Rp46,45 triliun, dan peningkatan DPK perbankan syariah sebesar 30,58 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 5,43 triliun,” kata Yan Iswara Rosya, Kepala OJK Provinsi Jambi , Selasa 20 Januari 2026
Loan to Deposit Ratio (LDR) BU pada November 2025 tercatat sebesar 110,41 persen atau lebih tinggi dari LDR BU nasional sebesar 84,99 persen. Sementara itu, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL sebesar 1,79 persen atau di bawah rasio NPL nasional sebesar 2,18 persen.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit BU di Jambi masih didominasi oleh konsumsi sebesar 42,86 persen diikuti investasi sebesar 32,30 persen dan modal kerja sebesar 24,84 persen.
Selanjutnya, berdasarkan kategori debitur, porsi penyaluran kredit kepada UMKM tercatat sebesar 46,51 persen dan non-UMKM sebesar 53,49 persen.
Hal ini sejalan dengan porsi penyaluran kredit terbesar pada sektor bukan lapangan usaha-rumah tangga (termasuk multiguna) sebesar 42,81 persen, diikuti dengan sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 28,43 persen dan perdagangan besar dan eceran sebesar 14,98 persen.
Secara kuantitatif, terdapat perubahan portofolio industri keuangan BPR di Provinsi Jambi karena penggabungan 3 BPR, yaitu:
1. PT BPR Universal Sentosa telah menggabungkan diri dengan PT BPR Universal yang berada di Tangerang Selatan;
2. PT BPR Buana Mandiri telah menggabungkan diri dengan PT BPR Barelang Mandiri yang berada di Kepulauan Riau; dan
3. PT BPR Ukabima Permata yang menggabungkan diri dengan PT BPR Ukabima Lestari yang berada di Kepulauan Bangka Belitung.
Hal tersebut berdampak pada portofolio penyaluran kredit BPR di Jambi pada November 2025 yang turun sebesar 10,17 persen (yoy) menjadi Rp1,02 triliun, diikuti juga dengan DPK yang turun sebesar 7,20 persen (yoy) menjadi Rp946,75 miliar.
Loan to Deposit Ratio (LDR) BPR di Jambi pada November 2025 tercatat sebesar 83,80 persen dan kualitas kredit bermasalah dengan rasio NPL sebesar 17,63 persen.
Porsi kredit modal kerja sebesar 52,32 persen dari total penyaluran kredit, diikuti dengan investasi sebesar 33,37 persen dan konsumsi sebesar 14,31 persen. Selanjutnya, porsi penyaluran BPR kepada UMKM tercatat sebesar 82,84 persen dan kepada non-UMKM sebesar 17,16 persen.
Berdasarkan lapangan usaha, porsi terbesar pada sektor konstruksi sebesar 21,83 persen, diikuti oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 19,42 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....