Putus Tren Penurunan, Harga Emas Antam Menguat Rp20.000 per Gram
- 15 Jul 2026 11:54 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas batangan Antam menguat Rp20.000 per gram pada 15 Juli 2026, mencapai Rp2.635.000 per gram setelah sempat turun sejak awal pekan.
- Harga buyback atau pembelian kembali emas Antam meningkat Rp30.000 per gram menjadi Rp2.382.000 per gram, menunjukkan penguatan pasar emas.
- Investor merekomendasikan strategi menabung emas berkala dan konsisten daripada menunggu harga termurah, karena emas efektif sebagai instrumen investasi jangka panjang untuk tujuan pendidikan, haji, pensiun, dan dana darurat.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas batangan Antam menguat sebesar Rp20.000 per gram pada perdagangan Rabu (15/7/2026), setelah sempat mengalami tren penurunan sejak awal pekan, Senin (13/7/2026). Berdasarkan pergerakan harga pukul 09.11 WIB, harga emas Antam di angka Rp2.635.000.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali emas Antam yang meningkat lebih tinggi, yakni Rp30.000 per gram. Saat ini, harga buyback berada di level Rp2.382.000 per gram.
Menguatnya harga emas kembali menarik perhatian masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen investasi jangka panjang. Di tengah fluktuasi harga harian, investor tetap menilai emas sebagai aset yang mampu menjaga nilai kekayaan.
Seorang investor emas di Malinau, Wahyudi, mengatakan pergerakan harga seperti saat ini merupakan hal yang wajar dalam investasi emas. Menurutnya, investor tidak seharusnya terpaku pada kenaikan maupun penurunan harga dalam jangka pendek.
"Kalau tujuannya investasi jangka panjang, naik atau turun harian bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Justru ketika harga terkoreksi, itu bisa menjadi kesempatan untuk menambah kepemilikan emas," ujarnya kepada RRI.
Ia menilai, tren kenaikan harga yang kembali terjadi hari ini menunjukkan bahwa emas masih memiliki daya tarik sebagai aset lindung nilai (safe haven), terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Emas selama ini terbukti mampu menjaga nilai aset. Karena itu saya selalu menyarankan menabung emas dilakukan secara bertahap dan rutin, bukan menunggu harga paling murah karena sulit diprediksi," katanya.
Wahyudi menjelaskan, kebiasaan menabung emas sedikit demi sedikit dinilai lebih efektif dibandingkan menunggu memiliki dana besar. Dengan metode pembelian berkala, masyarakat dapat mengurangi risiko membeli seluruh investasi pada harga yang sedang tinggi.
"Yang terpenting adalah konsistensi. Misalnya membeli setengah gram atau satu gram setiap kali memiliki dana lebih. Dalam jangka panjang, hasilnya biasanya lebih baik daripada terus menunda pembelian karena menunggu harga turun," ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat menentukan tujuan investasi sejak awal. Menurutnya, emas lebih tepat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah hingga panjang, seperti biaya pendidikan anak, persiapan ibadah haji, dana pensiun, maupun sebagai dana darurat keluarga.
"Kalau tujuan menabung emas sudah jelas, kita akan lebih disiplin menyimpannya dan tidak mudah tergoda menjual saat harga naik sedikit. Investasi emas akan lebih optimal jika disimpan dalam jangka waktu yang cukup panjang," tutur Wahyudi.
Investor diharapkan tetap bijak dalam mengambil keputusan investasi. Fluktuasi harga merupakan bagian dari dinamika pasar, sementara konsistensi menabung dan tujuan investasi yang jelas tetap menjadi kunci dalam membangun nilai aset melalui emas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....