Harga Emas Antam Bangkit, Naik Rp17.000 per Gram Putus Tren Koreksi
- 10 Jul 2026 13:21 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Harga emas Antam naik Rp17.000 per gram menjadi Rp2.650.000 pada Jumat (10/7/2026), sementara harga buyback meningkat Rp22.000 menjadi Rp2.405.000 per gram.
- Kenaikan ini membalikkan tren koreksi selama tiga hari berturut-turut, meskipun belum sepenuhnya menutup akumulasi penurunan sebesar Rp37.000 per gram dari periode sebelumnya.
- Investor menekankan pentingnya strategi investasi jangka panjang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan berdasarkan pergerakan harga harian, karena fluktuasi adalah karakter normal instrumen emas.
RRI.CO.ID, Malinau - Harga emas Antam pada Jumat (10/7/2026) pukul 08.39 WIB naik Rp17.000 menjadi Rp2.650.000 per gram dari posisi Rp2.633.000 per gram sehari sebelumnya. Sementara itu, harga buyback ikut menguat Rp22.000 menjadi Rp2.405.000 per gram.
Kenaikan tersebut menjadi pembalikan arah setelah harga emas Antam terkoreksi selama tiga hari beruntun. Meski belum sepenuhnya menutup akumulasi penurunan sebelumnya yang mencapai Rp37.000 per gram, penguatan hari ini memberi sinyal bahwa harga emas masih bergerak dinamis mengikuti sentimen pasar global.
Investor emas di Malinau, Monica, menilai kenaikan harga kali ini merupakan respons pasar setelah fase koreksi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, fluktuasi seperti ini merupakan karakter yang lazim terjadi pada instrumen investasi emas.
"Pergerakan hari ini menunjukkan bahwa setelah mengalami tekanan selama beberapa hari, harga emas mulai kembali mendapatkan momentum. Koreksi sebelumnya menurut saya masih dalam batas yang wajar dan tidak mengubah prospek emas sebagai instrumen investasi jangka panjang," ujarnya.
Monica mengatakan, investor sebaiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena melihat pergerakan harga harian. Ia menilai yang lebih penting adalah memahami tujuan investasi dan memanfaatkan momentum ketika harga mengalami penyesuaian.
"Kalau orientasinya jangka panjang, kenaikan maupun penurunan harian seharusnya tidak menjadi alasan untuk panik. Justru saat harga terkoreksi, banyak investor memanfaatkan kesempatan untuk menambah kepemilikan," katanya.
Menurut Monica, sejumlah faktor eksternal seperti pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat, ekspektasi suku bunga bank sentral, hingga kondisi geopolitik global masih akan menjadi penentu arah harga emas dalam beberapa waktu ke depan. Karena itu, ia memperkirakan volatilitas harga masih akan berlanjut.
Meski demikian, ia optimistis emas tetap menjadi salah satu aset yang diminati masyarakat sebagai instrumen lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Selama ketidakpastian ekonomi dunia masih tinggi, emas biasanya tetap memiliki daya tarik. Yang terpenting bagi investor adalah konsisten dengan strategi investasinya dan tidak hanya berpatokan pada pergerakan harga dalam satu atau dua hari," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....