PT Pertamina Drilling, Sukses Jalankan Matrix Acidizing Perdana
- 14 Jul 2026 19:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperluas portofolio layanan hulu migas melalui pengembangan High Pressure Pumping Non-Rig Services dengan keberhasilan melaksanakan operasi matrix acidizing perdana di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan.
Operasi yang dikerjakan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 tersebut menjadi langkah baru Pertamina Drilling dalam menghadirkan layanan stimulasi sumur di luar bisnis pengeboran. Teknologi matrix acidizing diterapkan untuk mengatasi kerusakan formasi dan endapan kerak (scale) sehingga aliran fluida dari reservoir menuju sumur dapat kembali optimal.
Pekerjaan dilakukan pada interval perforasi 1.963–1.966 meter measured depth (MD) di Formasi Talang Akar (TAF-P5) menggunakan fluida 15 persen Hydrochloric Acid (HCl) yang dirancang sesuai karakteristik reservoir. Melalui stimulasi tersebut, sumur ditargetkan mampu menghasilkan produksi hingga 65 barel minyak per hari (BOPD).
Direktur Operasi Pertamina Drilling Aziz Muslim mengatakan keberhasilan operasi matrix acidizing perdana menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menghadirkan layanan hulu migas yang semakin terintegrasi dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
“Keberhasilan ini merupakan langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas kapabilitas layanan non-rig. Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional,” kata Aziz dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin, 14 Juli 2026.
Menurutnya, pengembangan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis jasa energi sekaligus menjawab kebutuhan industri migas yang terus berkembang.
“Keberhasilan tersebut juga melanjutkan rekam jejak Pertamina Drilling dalam penyediaan layanan hydraulic fracturing yang telah dijalankan di wilayah kerja PHR Zona 2 dan Zona 3 sejak Januari 2025. Pengalaman itu menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan layanan stimulasi sumur sebagai salah satu lini bisnis strategis,” ujarnya.
Dengan bertambahnya layanan non-rig, Pertamina Drilling kini tidak hanya berfokus sebagai penyedia jasa pengeboran, tetapi juga memperluas perannya sebagai penyedia solusi terintegrasi untuk mengoptimalkan konektivitas reservoir dengan sumur serta meningkatkan produktivitas lapangan migas.
Pengembangan kapabilitas tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung ketahanan energi nasional melalui penerapan teknologi, rekayasa teknik, dan keunggulan operasional dalam pengembangan lapangan migas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....