Pedagang Srimangunan Sampang Bertahan Hadapi Gempuran Pasar Modern

  • 13 Jul 2026 14:36 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Kehadiran pusat perbelanjaan modern dan belanja daring mengubah kebiasaan belanja warga Sampang yang kini lebih memilih swalayan atau aplikasi karena dianggap praktis dan berharga pasti.
  • Pedagang tradisional Pasar Srimangunan, termasuk Bunanten yang sudah sepuh, tetap bersemangat mempertahankan pasar dengan mengandalkan keunggulan kesegaran produk langsung dari kebun warga setempat.
  • Meskipun menghadapi persaingan berat dari pasar modern, ratusan pedagang di Pasar Srimangunan bertahan dengan mengandalkan kualitas hasil bumi lokal, harga yang fleksibel, dan keakraban jangka panjang dengan pelanggan.

RRI.CO.ID, Sampang – Kehadiran pusat perbelanjaan modern di sejumlah titik kota Sampang serta kemudahan berbelanja daring perlahan mengubah kebiasaan warga. Kini, banyak orang lebih memilih berbelanja di swalayan atau memesan lewat aplikasi karena dianggap lebih praktis, bersih, dan harga sudah pasti.

Namun, perubahan itu tidak mempengaruhi semangat Bunanten, salah satu pedagang tradisional di Pasar Srimangunan Sampang. Meski sudah sepuh, ia tetap berjualan dengan tekad menjaga pasar tradisional agar tetap hidup.

“Barang kami di sini pasti lebih segar karena langsung diambil dari kebun warga sekitar. Kalau ada yang kurang baik, pembeli bisa memilih sendiri,” ujarnya, Senin 13 Juli 2026.

Ratusan pedagang lain merasakan hal serupa. Dulu, sebelum pukul 08.00 pagi, pasar sudah penuh sesak. Kini, keramaian hanya terjadi di jam-jam tertentu. Persaingan semakin berat ketika pasar modern menawarkan fasilitas nyaman, barang lengkap, dan sistem pembayaran mudah, sementara pasar tradisional masih berjuang dengan keterbatasan fasilitas.

Meski dihantam badai persaingan, semangat pedagang Srimangunan tak pernah padam. Mereka bertahan dengan keunggulan khas pasar tradisional: kesegaran hasil bumi lokal, harga yang bisa disesuaikan, serta keakraban yang terjalin bertahun-tahun.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Pasar Srimangunan menjadi pengingat berharga bahwa di balik kemudahan zaman, masih ada nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan perjuangan hidup yang harus dijaga.

Para pedagang berharap warga Sampang tetap meluangkan waktu berkunjung, bukan hanya untuk berbelanja, melainkan juga menjaga denyut nadi ekonomi rakyat kecil.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....