Isu Bahan Kimia Tak Standar, Kepala IPA Delitua Perumda Tirtanadi Buka Suara
- 07 Jun 2026 07:41 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Menanggapi isu miring yang beredar di salah satu media online terkait pengolahan bahan kimia yang dinilai tidak standar serta persoalan biaya perawatan bak pemancar, Kepala Instalasi Pengolahan Air (Ka. IPA) Delitua Perumda Tirtanadi, Azanil Putra, akhirnya angkat bicara.
Azanil menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan air di IPA Delitua sejauh ini berjalan normal dan telah memenuhi regulasi yang berlaku.
"Tube settler setiap clarifier memiliki 16 sel dan kesemuanya berjalan normal," ujar Azanil Putra saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Sabtu (6/6/2026).
| Baca juga: Bulog Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman |
Ia menjelaskan, fungsi dari clarifier itu sendiri sangat vital, yakni untuk menangkap flok-flok ataupun partikel-partikel lumpur yang melayang dalam air. Oleh karena itu, Azanil membantah keras tudingan yang menyebutkan adanya ketidaksesuaian standar dalam operasional mereka.
"Jadi gak benar itu bang yang diisukan tidak standar. Kesemuanya masih berjalan secara normal dan sesuai standar," tegasnya.
Meskipun membantah isu tersebut, Azanil tidak menampik bahwa kondisi tube settler yang ada saat ini membutuhkan perhatian lebih. Namun, ia memastikan hal tersebut tidak mengganggu kualitas produksi air bersih untuk masyarakat.
"Kami akui kondisi tube settler saat ini memerlukan perawatan ekstra, namun masih sangat layak digunakan karena kami melakukan perbaikan secara kontinyu. Seluruh kegiatan pengolahan air di IPA Delitua tetap berjalan normal dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang standar, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 2 Tahun 2003," jelas Azanil.
Sebagai informasi, IPA Delitua memiliki kapasitas terpasang produksi mencapai 1.400 liter/detik. Fasilitas ini menyuplai kebutuhan air bersih untuk wilayah cakupan yang sangat luas, meliputi yakni, Cabang Delitua, Cabang Medan Kota, Cabang HM Yamin, Cabang Medan Denai, Cabang Tuasan.
"Air ini kan dipergunakan untuk hajat hidup orang banyak, mana mungkin kami dalam pengelolaannya tidak sesuai standar," tambah Azanil mengakhiri.
Senada dengan IPA Delitua, Kepala IPA Sibolangit, Subhandi, juga memastikan bahwa operasional di wilayah kerjanya berjalan optimal dan higienis. Saat ditemui di ruang kerjanya, Subhandi menjelaskan bahwa sistem pemancar Lau Kaban telah dilengkapi dengan teknologi yang mumpuni.
"Springkel sudah terpasang dengan baik pada pemancar Lau Kaban. Kegunaannya adalah untuk menangkap oksigen XN guna menaikkan pH air," kata Subhandi.
Guna menjaga konsistensi dan higienitas, Subhandi membeberkan bahwa pihak instalasi rutin melakukan perawatan berkala pada jalur distribusi bahan kimia. Pipa yang berfungsi mengalirkan bahan kimia jenis soda ash dan kaporit dipasang penutup dan dibersihkan secara rutin setiap 3 bulan sekali.
Tak hanya itu, pengawasan kualitas air di IPA Sibolangit dilakukan dengan pengujian yang sangat ketat dan berkala.
"Kualitas air di IPA Sibolangit diperiksa menggunakan turbidity meter (alat pengukur kekeruhan) setiap 1 jam sekali. Langkah ini kami lakukan agar kualitas air tetap konsisten sesuai dengan Permenkes No. 2 Tahun 2003," tuturnya.
Di akhir penyampaiannya, Subhandi menjamin bahwa air yang didistribusikan dari IPA Sibolangit telah melalui proses pengolahan yang aman dan terstandarisasi. Ia mengimbau agar masyarakat pelanggan tidak perlu ragu maupun khawatir untuk mengonsumsi air bersih dari Perumda Tirtanadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....