Strategi Rumah Sapi: Live TikTok untuk Pemasaran

  • 24 Apr 2026 08:51 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Menjadi peternak di era digital menuntut kreativitas dalam pemasaran. Anto (38), pengelola peternakan sapi di Jakarta Utara, membuktikan bahwa platform media sosial seperti TikTok dapat menjadi alat yang ampuh untuk menjangkau konsumen, bahkan untuk komoditas tradisional seperti hewan kurban.

Melalui akun TikTok "Rumah Sapi Jakarta", Bang Anto rutin melakukan siaran langsung (live streaming) untuk memperlihatkan kondisi sapi-sapinya secara langsung kepada calon pembeli. Strategi ini terbukti efektif; sejauh ini, ia telah berhasil menjual dua ekor sapi melalui interaksi di platform tersebut.

"Saya paling sering live di TikTok. Sejauh ini sudah ada dua konsumen yang beli langsung dari sana. Selain itu, saya juga memaksimalkan Google Maps untuk memudahkan orang mencari lokasi kandang," ujar Anto ketika ditemui RRI Jakarta 23 April 2026.

Meski belum merambah ke Instagram, fokusnya pada TikTok dan Google Maps dinilai cukup efektif untuk menarik minat pelanggan baru.

Sebagai representasi peternak muda, Bang Anto juga aktif dalam Asosiasi Peternak Sapi Indonesia (APPSI) wilayah Jakarta. Baginya, berkomunitas sangat penting untuk saling berbagi ilmu dan mendapatkan informasi terkini mengenai dunia peternakan.

"Kami sering sharing dan tukar ilmu di APPSI. Sebagai peternak muda, informasi yang cepat sangat membantu dalam mengelola bisnis ini," tambahnya.

Dibalik kesuksesannya, Bang Anto sempat mengalami masa sulit saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang dua tahun lalu. Ia harus merelakan empat ekor sapinya dipotong karena terjangkit penyakit tersebut. Pengalaman pahit ini membuatnya semakin disiplin dalam menjaga kesehatan hewan.

"Dua tahun lalu kena PMK, empat ekor sapi terpaksa saya potong. Belajar dari situ, sekarang vaksinasi adalah hal yang wajib. Sapi harus sehat," tegasnya.

Untuk memastikan keamanan dan kesehatan hewan kurban di peternakannya, Bang Anto rutin memanfaatkan layanan vaksinasi gratis yang disediakan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Utara.

Vaksinasi dilakukan secara berkala setiap enam bulan sekali. Bang Anto mengapresiasi respon cepat dari Sudin KPKP Jakut yang selalu sigap memberikan dukungan obat-obatan dan vaksinasi secara cuma-cuma.

Dengan perpaduan antara pemasaran modern melalui media sosial dan manajemen kesehatan yang ketat, Bang Anto optimis usahanya akan terus berkembang dan dapat menyediakan hewan kurban yang berkualitas serta aman bagi masyarakat Jakarta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....