Bidik Investasi India, Gubernur Jateng Tawarkan Sektor Strategis Ini
- 19 Feb 2026 16:53 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendorong peningkatan investasi dari negara India dengan menawarkan sejumlah sektor strategis di daerahnya. Langkah itu disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di Semarang, Kamis, 19 Februari 2026.
Luthfi menawarkan peluang baru di sektor ekonomi hijau, layanan tenaga medis, dan industri garmen padat karya. Ia menilai sektor-sektor tersebut potensial memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja.
Dalam pertemuan tersebut, Luthfi memaparkan posisi investasi India di Jawa Tengah yang saat ini berada di peringkat ke-17. Total realisasinya mencapai Rp646,52 miliar, didominasi sektor tekstil sebesar 62 persen.
Selain tekstil, investasi India juga masuk ke sektor hotel dan restoran sebesar 16 persen serta perdagangan dan reparasi 12 persen. Sisanya tersebar di industri kayu dan sektor lain dengan kontribusi lebih kecil.
Menurutnya, investasi berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang pada 2025 mencapai 5,37 persen. Angka kemiskinan juga turun menjadi 9,39 persen pada periode yang sama.
"Itu semua berkat investasi yang datang dari luar negeri, salah satunya India, (dan investasi dalam negeri). Jawa Tengah adalah provinsi yang ramah untuk berinvestasi," ujar Luthfi.
Sementara itu, Dubes India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty menyatakan ketertarikan pemerintah dan pengusaha India untuk memperluas investasi di Jawa Tengah. Ia menilai stabilitas sosial dan ekonomi menjadi daya tarik utama, ditopang kesamaan karakter wilayah dengan populasi besar.
"Saya mengapresiasi terkait iklim investasi di Jawa Tengah yang stabil, termasuk dalam hal sosial dan ekonomi. Perusahaan kami sangat bahagia di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri," katanya.
Ia menambahkan, pada Agustus 2026 akan dilakukan peletakan batu pertama salah satu perusahaan India di Jawa Tengah dengan nilai investasi sekitar USD30 juta. Rencana itu dinilai menjadi sinyal konkret penguatan kerja sama kedua pihak.
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah mencatat realisasi investasi 2025 mencapai Rp88,50 triliun, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp37,64 triliun, dengan 105.078 proyek serta penyerapan 418.138 tenaga kerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....