Pemprov Jateng Awasi Distribusi LPG, Cegah Penimbunan dan Penyalahgunaan
- 08 Apr 2026 13:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperketat pengawasan distribusi LPG subsidi untuk mencegah penimbunan dan penyalahgunaan. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyaluran tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Pengawasan tersebut dilakukan bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui peninjauan langsung di SPPBE Wijaya Sarana Gasindo, Karanganyar, Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran distribusi LPG subsidi di lapangan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa stok LPG di wilayahnya dalam kondisi aman. “Kami pastikan stok LPG di Jawa Tengah dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” tuturnya.
Ia juga meminta seluruh kepala daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk aktif melakukan pengawasan. Langkah tersebut termasuk menertibkan penggunaan LPG 3 kilogram di sektor usaha.
Pemerintah menegaskan LPG subsidi harus digunakan oleh masyarakat yang berhak. Sektor usaha seperti hotel, restoran, katering, dan laundry diminta beralih ke LPG nonsubsidi.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Dipastikan tidak ada penimbunan, distribusi berjalan dengan baik dan terpantau,” ujarnya.
Dalam upaya penegakan, Pemprov Jateng juga menggandeng aparat penegak hukum. Koordinasi dengan Polda Jawa Tengah diperkuat untuk mengantisipasi praktik ilegal seperti penimbunan dan pengoplosan LPG.
Sementara itu, Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, melaporkan stok LPG di Jawa Tengah mencapai 14.752 metrik ton. Kondisi tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Khusus di wilayah Karanganyar, alokasi LPG 3 kilogram mencapai 143,8 metrik ton per hari. Penyaluran dilakukan melalui agen dan pangkalan resmi.
Pertamina juga terus meningkatkan pengawasan distribusi di lapangan. Masyarakat diimbau membeli LPG di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan.
Selain itu, masyarakat diminta menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan penimbunan. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan LPG bagi seluruh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....