Pakar Soroti Lonjakan Harga Emas Antam

  • 09 Feb 2026 17:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Harga emas Antam menunjukkan kenaikan signifikan sepanjang 2025 hingga akhir Januari 2026. Pakar ekonomi UK Petra, Dr. Nanik Linawati ikut menyoroti harga emas Antam yang sempat menembus Rp3.100.000 per gram.

Kenaikan tahunan diperkirakan mencapai 50–60 persen. Lonjakan ini mencerminkan kecemasan investor terhadap ketidakpastian ekonomi global.

Belakangan, harga emas mulai mengalami penurunan. Nanik Linawati, menyebut pergerakan terbagi jangka pendek dan panjang.

“Pergerakan emas dipengaruhi faktor jangka pendek dan jangka panjang,” kata Nanik Linawati, Senin, 9 Februari 2026. Ia menjelaskan kondisi pasar global menjadi penentu utama.

Penyebab fenomena ini sangat kompleks. Konflik global, kebijakan tarif, dan dinamika politik dunia memicu ketidakpastian investasi.

Dalam jangka pendek, harga emas berpotensi menurun sementara. “Sebagian investor melakukan profit taking saat inflasi mulai terkendali,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, harga emas diprediksi kembali naik. “Ketegangan politik dan perlambatan ekonomi global mendorong kenaikan emas,” katanya.

Nanik menilai dunia sedang dalam fase ekonomi tidak normal. Menurutnya, harga emas kini tidak bergerak seperti pola lama.

“Emas bersifat langka dan tidak bisa dimanipulasi kebijakan otoritas,” ujar Nanik. Ia membandingkan dengan saham atau kripto yang pasokannya bisa diatur.

Emas terbentuk melalui proses alam yang panjang dan rumit. Penambahan cadangan emas baru membutuhkan waktu bertahun-tahun.

“Kelangkaan alami menjadikan emas relatif aman saat investasi lain melemah,” kata Nanik. Emas sering menjadi aset lindung nilai saat krisis.

Nanik menyebut lonjakan harga emas sebagai sinyal bahaya ekonomi global. Kenaikan dinilai dipicu krisis kepercayaan investor terhadap aset produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....