Pemkab Sorong Latih 40 Pengrajin Noken, Siapkan Program "Moi Day" Setiap Kamis

  • 19 Jul 2026 09:14 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia, Lembaga dan Pranata Adat (Pelatihan Anyaman Noken For Moi Day) di Aimas Hotel, sebagai upaya melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif berbasis budaya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Marthen Nebore, mewakili Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru. LDalam sambutannya, Marthen Nebore menegaskan bahwa noken bukan sekadar tas tradisional, melainkan simbol identitas budaya masyarakat Papua yang mengandung nilai filosofi, ketekunan, dan kemandirian.

"Noken adalah warisan leluhur yang harus terus kita jaga eksistensinya di tengah arus modernisasi. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya menguasai teknik menganyam, tetapi juga memiliki semangat melestarikan budaya lokal," ujarnya.

Ia berharap setelah pelatihan, para peserta dapat membentuk kelompok-kelompok pengrajin di wilayah masing-masing agar produksi noken lebih profesional, berkualitas, dan memiliki daya saing di pasar.

"Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Serap ilmu dari para pelatih, bangun jejaring, dan jadikan noken sebagai kebanggaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Andreas Taa, mengatakan pelestarian noken harus dimulai sejak usia sekolah dengan melibatkan mama-mama Papua sebagai pewaris keterampilan menganyam. Menurutnya, para pengrajin memiliki peran penting dalam mentransfer pengetahuan kepada generasi muda agar budaya menganyam noken tetap lestari.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sorong tengah menyiapkan kebijakan berupa surat edaran yang mewajibkan seluruh pelajar mengenakan noken saat berangkat ke sekolah, mengikuti langkah sejumlah daerah lain di Tanah Papua.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, Silas Kalami, menjelaskan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program "Noken For Moi Day" yang tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat.

Melalui konsep tersebut, para peserta akan dibentuk dalam kelompok-kelompok pengrajin agar mampu memproduksi noken secara berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi.

"Pemerintah daerah ingin menjadikan noken sebagai produk budaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha kreatif berbasis budaya lokal," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Sorong juga tengah menyusun surat edaran Bupati yang menetapkan setiap hari Kamis sebagai "Moi Day", di mana seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang beraktivitas di Kabupaten Sorong diimbau mengenakan batik khas Suku Moi serta noken khas Suku Moi.

Pelatihan tersebut diikuti 40 peserta, terdiri atas pengrajin lokal dan instruktur berpengalaman yang mewakili delapan sub-suku Moi di Kabupaten Sorong. Para peserta dibagi ke dalam empat rumpun besar, yakni Abun Tat dan Abun Ji, Moi Klabra dan Moi Salkma, Moi Kelim dan Moi Sigin, serta Moi Lemas dan Moi Maya yang berasal dari wilayah Segun, Waliam hingga Pulau Salawati.

Pemerintah Kabupaten Sorong berharap program ini mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan kerajinan noken khas Suku Moi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....