Gereja Berperan Selamatkan Generasi Muda dari Ancaman Narkotika
- 13 Jul 2026 14:28 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba dan dekadensi moral.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) bersama Gereja Bagian Mandiri (GBM) GPID dan anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), yang berlangsung di Jemaat GPID Sola Gratia Palu, Senin, 13 Juli 2026.
“Kegiatan tersebut mengusung tema "Bersama Segenap Elemen GPID Membangun Kemitraan Antar Gereja, Pemerintah dan Lembaga Lainnya untuk Menghijaukan Tri Mandiri: Teologi, Daya dan Dana," tegas Wagub.
Dalam materinya bertajuk "Menjaga Generasi Emas: Sinergi Pemimpin Daerah dan Tokoh Agama Menghadapi Badai Narkoba dan Dekadensi Moral", Wakil Gubernur mengingatkan bahwa masa depan bangsa saat ini dihadapkan pada dua tantangan besar, yakni penyalahgunaan narkoba dan merosotnya nilai-nilai moral yang menyasar generasi muda.
“Hal ini karena kedua persoalan tersebut tidak dapat ditangani secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, tokoh agama, keluarga, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Wakil Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab melalui regulasi, kebijakan, dan penegakan hukum, sementara para pendeta dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam membina hati, jiwa, serta spiritualitas umat. Sinergi keduanya, menurutnya, akan melahirkan generasi Indonesia Emas 2045.
Ia juga mengingatkan bahwa narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi ancaman serius yang menghancurkan masa depan generasi muda. Dampaknya meliputi kerusakan permanen pada fungsi otak yang menghilangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan motivasi hidup.
Selain itu, Wagub Reny menyoroti tantangan disrupsi nilai moral yang dinilainya telah memengaruhi ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.
Ia mengajak seluruh elemen gereja untuk memperkuat pendidikan iman, nilai-nilai moral, dan ketahanan keluarga agar mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif di era globalisasi.
"Perbedaan iman tidak boleh membatasi langkah kita untuk bergandengan tangan. Di hadapan kerusakan akibat narkoba dan dekadensi moral, tidak ada sekat agama. Korbannya bisa anak dari siapa saja," ujar Wakil Gubernur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....