Jalan Penghubung di Krayan Selatan Rusak, Distribusi Logistik dan BBM Terhambat

  • 18 Mei 2026 14:12 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Akses jalan penghubung di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya dari Krayan Barat menuju Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, lumpuh akibat hujan deras yang mengguyur kawasan itu selama dua hari terakhir. Jalan tanah berubah menjadi kubangan berlumpur sehingga kendaraan sulit melintas dan distribusi kebutuhan pokok warga terhambat.

Kondisi paling dirasakan warga saat ini adalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Krayan Selatan. Pasokan BBM dari Long Bawan tidak bisa masuk karena seluruh distribusi selama ini hanya mengandalkan jalur darat tersebut.

Beberapa kendaraan yang nekat melintas dilaporkan mengalami kecelakaan di tengah jalan berlumpur. Bahkan, ada mobil yang bannya tenggelam hingga terbalik saat mencoba membawa barang kebutuhan warga.

Camat Krayan Selatan, Oktavianus, mengatakan distribusi logistik menuju wilayah selatan otomatis terhenti total sejak dua hari terakhir. Kondisi itu membuat masyarakat mulai kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari, terutama BBM.

“Dua hari ini mobil tidak masuk ke Selatan karena ada yang paksa masuk, jadinya ada yang kecelakaan dan mobil terbalik. Barang-barang juga susah masuk karena hanya lewat jalur darat itu saja,” kata Oktavianus, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, selama ini pasokan BBM untuk Krayan Selatan dikirim dari Krayan Induk melalui jalur darat. Sementara distribusi menggunakan pesawat belum memungkinkan karena Bandara Long Layu belum memenuhi standar untuk pendaratan pesawat pengangkut BBM.

“Sekarang masyarakat sudah mulai mencari-cari BBM karena memang tidak ada yang bisa bawa ke wilayah selatan,” ujarnya.

Oktavianus menambahkan, jalan penghubung tersebut merupakan satu-satunya akses utama masyarakat di wilayah perbatasan itu. Warga tidak memiliki jalur alternatif lain ketika akses darat terputus akibat cuaca buruk.

Kondisi ini juga dikhawatirkan berdampak pada harga kebutuhan pokok di Krayan Selatan jika distribusi tidak segera kembali normal. Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses jalan agar pasokan logistik dan BBM bisa kembali lancar ke wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....