Paguyuban Dalang Padangkara Bhayangkara Tutup Muharam Dengan Wayang
- 20 Jul 2026 12:21 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Penutupan Bulan Muharam yang diselenggarakan Paguyuban Dalang Padangkara Bhayangkara menjadi momentum memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, dan pelestarian budaya Jawa. Hal itu disampaikan Staf Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Sumarno, saat menjadi narasumber dalam program Apresiasi Budaya Banyumasan Pro 4 RRI Jakarta di Studio Seni Jawa Lantai 2, Jumat, 17 Juli 2026.
Dialog yang dipandu Dermawan Ismail bersama Kang Jori Guplak tersebut membahas pentingnya menjadikan Bulan Muharam sebagai sarana introspeksi diri. Sumarno mengatakan, kecintaan terhadap seni tradisi perlu terus dihidupkan sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Menurut Sumarno, Paguyuban Dalang Padangkara Bhayangkara tidak hanya menjadi komunitas para dalang, tetapi juga wadah menjaga keberlangsungan seni wayang kulit dan membina regenerasi seniman budaya. Ia menjelaskan, kegiatan seperti pagelaran wayang, doa bersama, dan silaturahmi antaranggota dilakukan untuk mempererat persaudaraan sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur dalam pewayangan.
“Cerita wayang mengajarkan keteladanan, kejujuran, keberanian, dan pengabdian kepada masyarakat yang tetap relevan diterapkan dalam kehidupan saat ini,” ujar Sumarno.
Ia menilai budaya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat yang disiplin, tertib, dan saling menghormati. Menurutnya, seni pertunjukan tradisional dapat menjadi media edukasi yang efektif untuk menyampaikan pesan moral dan kebangsaan kepada berbagai kalangan.
Sumarno berharap sinergi antara komunitas budaya, pemerintah, aparat, media, dan masyarakat terus diperkuat. “Pelestarian budaya jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang memperkokoh persatuan bangsa,” ucapnya.
Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat menjaga keberlangsungan seni pedalangan dengan memanfaatkan teknologi digital. Menurutnya, wayang kulit memiliki nilai filosofi yang kaya dan perlu dikenalkan melalui media modern agar lebih mudah diterima kalangan muda.
“Dengan kreativitas dan inovasi, seni tradisional dapat terus berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” kata Sumarno.
Menutup perbincangan, Sumarno berharap semangat penutupan Bulan Muharam bersama Paguyuban Dalang Padangkara Bhayangkara dapat menginspirasi masyarakat menjaga kerukunan dan melestarikan seni budaya sebagai identitas bangsa. Ia juga mengapresiasi Pro 4 RRI Jakarta yang konsisten menghadirkan program Apresiasi Budaya Banyumasan sebagai ruang edukasi budaya bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....