Puisi Bukan Sekadar Kata, tetapi Media Menyampaikan Perasaan

  • 19 Jul 2026 06:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Puisi tidak hanya menghadirkan keindahan kata, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan secara langsung. Melalui puisi, seseorang dapat menitipkan pesan, doa, harapan, maupun kerinduan dengan bahasa yang penuh makna.

Hal itu mengemuka dalam program Ragam Budaya Ruang Sastra Puisi di RRI Pro 4 Banjarmasin, Kamis, 16 Juli 2026. Program tersebut mengangkat tema "Angin Sampaikan Salamku" dengan menghadirkan Legi Arsita, Rizki Ramadhan, dan Nadila Syafa sebagai narasumber.

Para narasumber menjelaskan bahwa angin merupakan simbol yang kerap digunakan dalam karya sastra sebagai pembawa pesan. Simbol tersebut menghadirkan kedekatan emosional yang mampu melintasi ruang dan waktu sehingga puisi menjadi media yang kuat untuk menyampaikan perasaan.

Legi Arsita mengatakan puisi lahir dari kepekaan hati terhadap berbagai peristiwa kehidupan. Menurutnya, tema "Angin Sampaikan Salamku" mengajarkan bahwa tidak semua rasa harus diungkapkan secara langsung.

"Angin hanyalah symbol, sesungguhnya yang ingin disampaikan adalah rasa," ujarnya,” kata Legi. "Ketika kata-kata tak lagi mampu menjangkau seseorang, puisi hadir menjadi jalan untuk menitipkan salam, doa, dan kerinduan.”

Sementara itu, Rizki Ramadhan menilai puisi tetap memiliki tempat di tengah perkembangan teknologi dan media sosial. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, puisi justru menjadi ruang untuk merenung dan mengenali diri sendiri.

"Puisi tidak pernah kehilangan pembacanya. Selama manusia masih memiliki rasa rindu, cinta, harapan, dan kehilangan, puisi akan selalu menemukan jalannya untuk hidup," katanya.

Nadila Syafa menambahkan bahwa membaca puisi bukan sekadar melafalkan rangkaian kata. Penghayatan yang baik akan membantu pendengar merasakan makna yang terkandung di dalam setiap bait.

"Puisi mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap perasaan sendiri maupun orang lain," ujar Nadila. “Dari sanalah empati tumbuh, dan sastra menjadi bagian penting dalam membangun karakter.”

Para narasumber berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mencintai sastra sebagai bagian dari budaya yang perlu dilestarikan. Mereka menilai puisi akan selalu relevan sebagai ruang berekspresi sekaligus pengingat bahwa setiap rasa memiliki cara yang indah untuk disampaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....