Pentingnya Penerapan Tata Krama Onḍhâghân Bhâsa Madura bagi MC Resepsi Pernikahan
- 16 Jul 2026 18:35 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID,Sampang- Penggunaan tingkatan bahasa atau onḍhâghân bhâsa dalam memandu sebuah acara formal maupun adat kini menjadi perhatian serius di kalangan pencinta budaya. Budayawan senior asal Sampang, R. Tumenggung (R.TG) Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, menekankan bahwa seorang pemandu acara (master of ceremony/MC) resepsi pernikahan adat Madura wajib menguasai tata krama berbahasa yang tepat.
Menurutnya, dalam rangkaian edukasi onḍhâghân bhâsa kapeng 3 (bagian ke-3), ketepatan memilih diksi bukan sekadar bentuk keterampilan retorika, melainkan wujud nyata dari penghormatan terhadap nilai kesopanan (tatakrama) leluhur.
"Dalam prosesi pernikahan, seorang MC bertindak sebagai jembatan komunikasi yang menghubungkan keluarga besar kedua mempelai serta para tamu undangan yang dihormati" ujarnya saat dialog di program Kita Indonesia, Kamis,16 Juli 2026.
R.TG Bustomi Irwan K. menjelaskan bahwa penggunaan bhâsa alos (alos tenggâ hingga alos tèngghhi) wajib diterapkan secara konsisten selama acara berlangsung. Kesalahan dalam menempatkan kata ganti orang atau istilah sakral pernikahan dapat mengurangi kesakralan acara dan melukai rasa hormat kepada para sepuh (bhuju’ atau para rabu) yang hadir.
Oleh karena itu, MC dituntut untuk tidak mencampuradukkan bahasa sehari-hari (engghi-enten) dengan bahasa halus (engghi-bhunten) pada penempatan subjek yang tidak setara.
Lebih lanjut, budayawan yang aktif memperkenalkan budaya Madura ini memaparkan bahwa tantangan terbesar MC masa kini adalah derasnya arus modernisasi yang mengikis pemahaman generasi muda terhadap bahasa ibu. Banyak pembawa acara pemula yang terjebak menggunakan struktur kalimat yang kurang tepat secara tata bahasa Madura demi terlihat dinamis.
Melalui ulasan materi onḍhâghân bhâsa kapeng 3 ini, beliau memberikan panduan praktis mengenai teknik vokal, intonasi (laghuna bhâsa), serta pemilihan istilah serapan yang tetap selaras dengan pakem nilai estetika lokal kesusastraan Madura. Bahasa Madura adalah identitas budaya yang mencerminkan karakter dan keluhuran budi pekerti masyarakatnya.
" Dengan menerapkan tata krama onḍhâghân bhâsa yang baik dan benar di panggung pernikahan, nilai-nilai luhur etnis Madura diharapkan dapat terus terjaga dan diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya" ujarnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....