Pakaian Pangulu di Minangkabau

  • 16 Jul 2026 10:12 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pakaian Penghulu Minangkabau merupakan busana adat kebesaran yang menjadi simbol kepemimpinan, kewibawaan, serta tanggung jawab seorang pemuka adat atau Datuak di Sumatera Barat. Busana ini terdiri atas setelan berwarna hitam yang dihiasi sulaman benang emas, dipadukan dengan celana longgar, penutup kepala atau saluak, keris, serta tongkat sebagai pelengkap.

Setiap bagian pakaian memiliki makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan dalam adat Minangkabau.

Saluak, penutup kepala yang terbuat dari kain tenun tanpa sambungan, melambangkan kepemimpinan yang berlandaskan ilmu pengetahuan, ketakwaan, serta sikap yang senantiasa menjunjung tinggi kebenaran.

Baju Batabue atau baju hitam dibuat longgar menggunakan bahan beludru maupun satin dan dihiasi sulaman benang emas bermotif pucuak rabuang. Warna hitam melambangkan ketenangan dan kebesaran, sementara bentuknya yang longgar mengandung makna bahwa seorang pemimpin harus memiliki hati yang lapang, bersikap terbuka, dan mampu menerima berbagai pandangan.

Sarawa atau celana longgar dengan ukuran besar pada bagian kaki (gadang kaki) melambangkan seorang penghulu yang memiliki pendirian kuat serta mampu menopang jalannya pemerintahan adat dan kehidupan kaumnya.

Sementara itu, sasampiang dan sandang yang dikenakan sebagai selempang dan ikat pinggang menjadi simbol komitmen seorang penghulu dalam memegang teguh aturan adat dengan berpedoman pada falsafah syarak mangato, adat mamakai.

Cawek atau ikat pinggang yang umumnya dibuat dari jalinan benang emas melambangkan keutuhan, persatuan, dan kekompakan kaum yang berada di bawah kepemimpinannya.

Sebagai pelengkap, keris atau curai menjadi lambang keberanian, ketegasan, dan keadilan seorang penghulu dalam mengambil keputusan. Adapun tongkat yang terbuat dari kayu atau rotan merupakan simbol kewibawaan serta legitimasi kepemimpinan dalam menjalankan amanah adat.

Secara keseluruhan, Pakaian Penghulu Minangkabau bukan sekadar busana adat, melainkan representasi nilai-nilai luhur masyarakat Minangkabau yang menempatkan seorang penghulu sebagai pemimpin yang bijaksana, adil, berwibawa, dan bertanggung jawab dalam membimbing serta melindungi kaum yang dipimpinnya. (ER/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....