Jangan Mudah Percaya Gosip, Cek Fakta sebelum Menilai

  • 16 Jul 2026 13:53 WIB
  •  Denpasar
Poin Utama
  • Ajik Tibah dan Beli Kejoer mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai gosip atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
  • Penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat menyebabkan kesalahpahaman, merusak hubungan, dan memicu konflik di dalam masyarakat.
  • Diperlukan kebiasaan berpikir kritis dan mencari fakta dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum menyebarkan atau mempercayai informasi.
  • Menjaga ucapan dan menyebarkan informasi yang benar merupakan tanggung jawab sosial untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan dalam bermasyarakat.

RRI.CO.ID, Denpasar – Ajik Tibah bersama Beli Kejoer mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai gosip atau kabar yang belum jelas kebenarannya dalam Siaran Obrolan Galang Kangin bertajuk Jangan Mudah Percaya Gosip. Keduanya menekankan bahwa kebiasaan menerima dan menyebarkan informasi tanpa verifikasi dapat memicu kesalahpahaman, merusak hubungan antarsesama, bahkan menimbulkan konflik di lingkungan masyarakat.

Dalam perbincangan tersebut dijelaskan bahwa setiap informasi sebaiknya disikapi dengan kepala dingin dan tidak langsung dipercaya hanya berdasarkan cerita dari satu pihak. Masyarakat juga diajak membiasakan diri mencari fakta dan mendengar penjelasan dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum mengambil kesimpulan.

"Jangan langsung percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya," ujar Tibah. Ia menambahkan, seseorang perlu membangun kebiasaan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh isu atau rumor yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.

Sikap bijaksana dalam menerima informasi dinilai menjadi bekal penting di tengah derasnya arus komunikasi, terutama melalui media sosial. "Setiap informasi perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum dipercaya atau disebarkan kepada orang lain," kata Beli Kejoer.

Menurut mereka, gosip sering kali berkembang karena adanya prasangka dan informasi yang tidak utuh. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan tidak tergesa-gesa memberikan penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan cerita yang didengar.

"Lebih baik mencari fakta daripada membangun penilaian dari dugaan atau kabar yang belum terbukti," ungkap Ajik Tibah. Ia menambahkan, informasi yang berkembang di masyarakat belum bisa dipastikan kebenarannya.

Di akhir perbincangan, Kejoer mengingatkan bahwa menjaga ucapan dan menyebarkan informasi yang benar merupakan bagian dari tanggung jawab sosial, agar keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat dapat terus terpelihara dan terhindar dari konflik yang dipicu oleh gosip. "Bijak menyaring informasi adalah langkah sederhana untuk menjaga kepercayaan dan kerukunan di tengah masyarakat," ucap Beli Kejoer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....