Ngreksa Bumi Conto Didorong Menjadi Wisata Budaya Unggulan
- 10 Jul 2026 07:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Tradisi Ngreksa Bumi di Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, kembali digelar meriah di kawasan Bukit Gendol. Bertepatan dengan Tahun Baru Jawa 1960 Jimawal (Mawa), 1448 Hijriah, dan Tahun 2026 Masehi, tradisi tahunan tersebut tidak hanya menjadi wujud syukur masyarakat atas hasil bumi, tetapi juga didorong menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Senin 6 Juli 2026 melalui mujahadah sebagai doa bersama memohon keselamatan dan keberkahan. Memasuki puncak acara, masyarakat disuguhi beragam pertunjukan seni budaya, seperti tari tradisional, reog, tari kolosal, hingga kenduri gunungan sedekah bumi yang menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Camat Bulukerto Djuwarijah, jajaran Forkopimcam, kepala desa dan lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Conto dan desa-desa sekitar.
Camat Bulukerto Djuwarijah mengapresiasi masyarakat Desa Conto dan sebagian warga Desa Geneng yang terus menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. Menurutnya, Ngreksa Bumi menjadi bukti kuat semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam melestarikan budaya. "Tradisi ini menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian masyarakat dalam menjaga warisan budaya," ujarnya.
Kepala Desa Conto Rudi Cahyono mengatakan, Ngreksa Bumi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya desa kepada masyarakat luas. Ia berharap kegiatan tersebut mampu mengangkat Desa Conto sebagai desa wisata budaya yang berdampak pada kemajuan pariwisata dan perekonomian masyarakat. "Ngreksa Bumi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Desa Conto kepada masyarakat luas," katanya.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno juga memberikan apresiasi kepada panitia, relawan, dan masyarakat yang telah menyukseskan penyelenggaraan tradisi tersebut. Menurutnya, budaya lokal harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman. Ia menilai Ngreksa Bumi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata berbasis budaya yang mendukung pembangunan daerah. "Tradisi budaya seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh modernisasi," ucapnya.
Melalui penyelenggaraan Ngreksa Bumi, Pemerintah Kabupaten Wonogiri bersama Pemerintah Kecamatan Bulukerto dan Pemerintah Desa Conto berharap budaya lokal semakin lestari, mampu menarik lebih banyak wisatawan, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan memadukan potensi budaya, pertanian, dan pariwisata, Desa Conto diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Wonogiri. (Ril/Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....