Adu Sandya Gita Bangli dan Tabanan (Pendamping) PKB 2026

  • 02 Jul 2026 16:15 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar : Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali Selasa malam, 30 Juni 2026 menampilkan pergelaran Gong Kebyar Wanita dari Duta Kabupaten Bangli dan Duta Kabupaten Tabanan sebagai pendamping pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 . Duta Kabupaten Bangli diwakili oleh Sanggar Sakura Dewata Br. Sukajiwa, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku. Sedangkan Duta Kabupaten Tabanan sebagai pendamping diwakili oleh Sekaa Gong Remaja Tri Yowana Sandhi, Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan.

Masing-masing duta kabupaten ini mempersembahkan 3 sajian, yaitu tabuh kreasi, tari kreasi dan sandya gita. Pada penampilan pamungkasnya masing-masing duta ini saling mengadu Sandya Gita garapannya.

Duta Kabupaten Bangli mempersembahkan sandya gita dengan judul Damar Kurung. Damar kurung merupakan simbol Cahaya suci yang mengiringi perjalanan atma menuju asal kehidupannya. Dalam prosesi Pitra Yadnya, damar menjadi sarana memohon kepada Sanghyang Citta tidak meluas, serta roh mendapat jalan terbaik menuju Budalaya.

Nyala Api Damar kurung ini melambangkan tuntunan spiritual dalam proses parisudhaning jiwa. Proses parisudhaning jiwa adalah penyucian atma sebelum kembali menuju Sunia Loka ataupun menjalani punarbhawa. Cahaya kecil yang terus menyala menjadi simbol doa, penghormatan dan keikhlasan keluarga dalam melepas jiwa agar kembali dengan damai ke sumber kehidupan sejati.

Sementara, Duta Kabupaten Tabanan sebagai pendamping mempersembahkan sandya gita dengan judul Sidhaning Don. Sidhaning Don berarti berjalan lurus tanpa gangguan hambatan. Ini rnerupakan dambaan setiap rnanusia yang rnenjalani proses. Atma Kertih sebagai fondasi utarna untuk menjaga jalinan cabang ajaran Sad Kertih lainnya seyogyanya tidak dimulai dan tidak hanya bercerita tentang kematian atau pemurnian roh setelah meninggal, akan tetapi karma atau perbuatan ketika rnasih hiduplah yang berperan sangat penting dalarn penghakimannya nanti.

Dari jiwa yang suci ini mempengaruhi perbuatan (karma), perbuatan baik mernpengaruhi hasil (pahala) yang diterima, kemudian pahala menjadi bekal dalam kehidupan. Sernakin baik perbuatan, sernakin eling pada dharma dalam swadharma yang dilakoni saat masih hidup secara tidak langsung akan menghantarkan perjalanan roh menuju kebebasan dan kemurnian yang dituju.

Penampilan dari kedua duta kabupaten ini mendapat apresiasi dari seluruh penonton yang menonton. Tidak hanya yang menonton langsung di Ardha Candra, tetapi juga yang menonton di kanal youtube RRI Denpasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....