Tari Dolanan GKA Buleleng Pecah Tawa Penonton PKB
- 24 Jun 2026 08:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Penampilan Gong Kebyar Anak-Anak (GKA) Duta Kabupaten Buleleng sukses memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) melalui Tari Dolanan Luu Dadi Luung. Tarian ini mengangkat isu sampah di masyarakat dan dibawakan secara jenaka serta menghibur. Penggunaan logat khas Buleleng juga berhasil mengundang gelak tawa penonton yang memadati Panggung Terbuka Ardha Candra, Senin 22 juni 2026.
Ketua Sanggar Pentas Marak Lestari, Bagus Suteja Yasa (73), mengatakan penggunaan bahasa Buleleng sengaja dipertahankan untuk menampilkan karakter autentik masyarakat Bali Utara.
" Bahasa Buleleng sering dianggap terdengar kasar. Namun, di balik itu terdapat rasa kekeluargaan, keakraban, dan keterbukaan, Itulah karakter masyarakat kami di Bali Utara yang ingin kami tampilkan melalui pementasan ini," tuturnya.
Ia juga mengatakan bahwa melalui Tari Dolanan Luu Dadi Luung, pihaknya ingin menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, permasalahan sampah saat ini perlu menjadi perhatian bersama, dimulai dari kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengelola sampah dengan baik.
"Melalui pementasan ini kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan memanfaatkan kembali sampah agar memiliki nilai guna,"ujarnya.
"Saya berharap masyarakat dapat mengambil pesan positif dari pementasan ini, terutama untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Selain itu, saya juga berharap generasi muda tetap mencintai seni budaya Bali serta terus berkarya melalui seni untuk menyampaikan pesan - pesan yang bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....