Menggetarkan Dunia lewat Angklung, Musik Bambu yang Satukan Indonesia

  • 25 Mei 2026 16:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Meskipun terlihat sederhana, alat musik tradisional angklung ternyata menyimpan filosofi mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan. Hal inilah yang mendasari siaran nasional Suara Budaya Nusantara di RRI Pro 4 Jakarta dan Bandung pada Selasa, 19 Mei 2026 siang. Lewat dialog bertema "Angklung Sebagai Pemersatu Bangsa", duet host Jo Adithya dan Beni Herdiansyah mengajak pendengar mengupas tuntas peran seni tradisi dalam merekatkan keberagaman.

Hadir sebagai narasumber, Liska dan Novi yang merupakan Tim Kreatif dari komunitas seni Qiast Bambu. Dalam obrolan yang hangat tersebut, Liska menjelaskan alasan kuat mengapa angklung sangat cocok menjadi lambang persatuan bangsa kita. "Satu angklung hanya punya satu nada, jadi ia baru akan terdengar indah kalau dimainkan bersama-sama secara kompak," ungkap Liska penuh semangat.

Menurutnya, sifat alat musik bambu ini sangat mirip dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang penuh dengan keberagaman. Kita hanya bisa menciptakan harmoni dan kedamaian jika semua orang mau bekerja sama tanpa mementingkan ego masing-masing. "Dari filosofi angklung ini, kita belajar bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan modal utama untuk menciptakan sebuah keindahan," tambah Liska.

Komunitas Qiast Bambu sendiri terbukti sangat aktif menularkan kecintaan terhadap angklung ke berbagai kalangan usia. Baru-baru ini, mereka sukses menggelar festival angklung anak di Bandung yang diikuti oleh 3.600 peserta tingkat TK hingga SD. Hebatnya lagi, kesenian ini juga digemari oleh komunitas lansia yang tetap tampil penuh energi di atas panggung hingga malam hari.

Tentu saja, perjalanan melestarikan angklung di era modern ini memiliki tantangan tersendiri bagi generasi muda sekarang. Novi menceritakan pengalaman seru komunitasnya yang sempat memanfaatkan aplikasi Zoom untuk melatih komunitas angklung di Papua dan NTB. Meski sempat terkendala jaringan internet yang lambat, semangat mereka untuk menyebarkan gaung persatuan lewat ketukan bambu ini tidak pernah pudar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....