Lomba Mangenta Meriahkan Festival Budaya Isen Mulang 2026

  • 21 Mei 2026 22:55 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 kembali dimeriahkan dengan digelarnya lomba kuliner tradisional kenta di GOR Serbaguna Indoor. Kenta merupakan makanan khas Dayak yang menjadi salah satu warisan kuliner masyarakat Kalimantan Tengah.

Lomba kuliner tradisional kenta ini menghadirkan berbagai kreasi olahan kenta dari para peserta yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di wilayah Kalimantan Tengah. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kuliner tradisional kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Koordinator lomba kuliner, Teresia Evita, mengatakan lomba kuliner kenta diikuti oleh delapan peserta dari berbagai kabupaten dan kota, yakni Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Barito Utara, Murung Raya, Barito Selatan, dan Barito Timur. Menurutnya, antusias peserta tahun ini cukup tinggi karena setiap daerah menampilkan cita rasa dan penyajian khas masing-masing.

Ia menambahkan, Festival Budaya Isen Mulang ini menjadi wadah untuk melestarikan makanan tradisional Dayak agar tetap dikenal dan tidak kalah dengan makanan modern. Beragam bentuk penyajian kenta ditampilkan peserta, mulai dari tampilan sederhana hingga kreasi yang lebih modern tanpa meninggalkan cita rasa asli. Dalam proses memasaknya, para peserta masih menggunakan alat-alat sederhana dan tradisional, seperti memasak menggunakan kayu bakar sehingga cita rasa khas kenta tetap terjaga.

“Kriteria penilaian meliputi rasa, ketepatan waktu, kebersihan, dan inovasi. Inovasi penting agar kenta bisa lebih dikenal dan dipasarkan kepada masyarakat luas,” ujar Teresia. Kamis, 21 Mei 2026.

Sementara itu, salah satu tim kontingen Barito Timur, Eva Silviani Adianti, mengatakan bahan dasar pembuatan kenta terdiri dari ketan, kelapa, dan gula merah. Ia menjelaskan sebelum diolah, padi ketan terlebih dahulu ditumbuk menggunakan lesung secara tradisional. Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keaslian pembuatan kenta yang memiliki cita rasa gurih dan manis khas makanan tradisional Dayak.

“Mangenta adalah makanan tradisional berbahan ketan yang proses pembuatannya dimulai dari perendaman, disangrai, kemudian ditumbuk hingga siap disajikan,” ucapnya.

Lomba kuliner tradisional kenta ini diharapkan dapat terus diselenggarakan setiap tahunnya sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas. Selain menjadi hiburan bagi pengunjung, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar daerah sekaligus mendukung pelestarian makanan khas daerah agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya. (Nor Saen Miftah Tariq)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....