Lomba Tradisional Mangaruhi Jadi Daya Tarik Festival Budaya Isen Mulang 2026

  • 25 Mei 2026 06:33 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Lomba keterampilan tradisional mangaruhi menjadi salah satu daya tarik dalam Festival Budaya Isen Mulang di Kota Palangka Raya. Tradisi menangkap ikan secara tradisional ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi upaya pelestarian budaya leluhur Dayak yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Dewan Juri lomba mangaruhi, Rudi Waluyo, penilaian dalam perlombaan ini difokuskan pada jumlah hasil tangkapan peserta, khususnya dua jenis ikan yakni gabus dan belut, dengan nilai belut lebih tinggi karena tingkat kesulitannya lebih besar.

“Untuk penilaian, dalam lomba ini siapa yang banyak mendapatkan hasil tangkapan itu yang juara. Namun ada kategorinya, ada dua jenis ikan tadi, belut dan gabus. Kalau untuk belut, satu ekor dihitung dua karena lebih susah menangkapnya," katanya. Jumat, 22 Mei 2026.

Rudi Waluyo juga menegaskan, unsur keaslian budaya dalam mangaruhi sangat penting untuk terus dijaga agar generasi muda tetap mengenal cara hidup masyarakat terdahulu saat mencari ikan di musim kemarau.

Sementara itu, salah seorang penonton, Nata, menilai lomba mangaruhi menjadi tontonan menarik karena memperlihatkan kekompakan peserta sekaligus memperkenalkan budaya khas Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas.

“Menurut aku, mangaruhi sendiri sangat penting sih Kak. Apalagi ini salah satu budaya atau kegiatan yang ada di Kalimantan Tengah. Sangat penting untuk generasi muda ke depannya biar bisa melihat budaya ini," katanya.

Melalui perlombaan tradisional seperti mangaruhi, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga dan melestarikan budaya daerah agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. (Rendi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....