Sagiyo, Ahli Seni Ukir Wayang Kulit
- 15 Mei 2026 16:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Seniman tradisional berperan penting menjaga identitas budaya bangsa. Salah satu bernama Sagio, seorang seniman perupa wayang, sekaligus ahli tatah dan sungging wayang kulit bergaya Yogyakarta.
Sagio memang sosok yang sangat mencintai seni tradisi, yang berkembang melalui usaha kerajinan Griya Ukir Kulit. Lokasinya di Padukuhan Gendeng, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul.
Selain menjadi ruang produksi, Griya Ukir Kulit juga menjadi pusat pelestarian seni wayang kulit. Dedikasi Sagio terhadap dunia seni juga diakui secara nasional melalui penghargaan Upakarti dari Presiden Soeharto pada 1990.
Penghargaan tersebut merupakan pengakuan negara, atas kontribusi Sagio dalam pengembangan industri kecil dan kerajinan berbasis budaya. Selain itu, ia juga mendapat penghargaan dari Pemda DIY sebagai bentuk apresiasi.
Pengakuan lokal dan nasional itu, membuka jalan baginya untuk mengenalkan karya ke lingkup global. Ia telah berpartisipasi dalam pameran seni di berbagai negara, antara lain di Taiwan, Amerika Serikat (AS), Jepang, Inggris, Perancis, Selandia Baru, China, Italia hingga ke Jerman.
Berkat Sagio, wayang kulit tidak hanya dikenal secara lokal, namun juga bisa diapresiasi masyarakat di luar negeri. Saat membuat wayang kulit, sepenuhnya menggunakan metode tatah (mengukir) dan sungging (mewarnai) secara manual.
”Metode ini butuhkan ketelitian, kesabaran, serta kepekaan artistik yang tinggi,” katanya, Jumat, 15 Mei 2026.
Keunikan karya Sagio terletak pada konsistensinya dalam menjaga nilai tradisi. Sekaligus menghadirkan sentuhan inovasi pada material yang digunakan, dan juga mengeksplorasi berbagai jenis bahan untuk menghasilkan karya yang lebih variatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....