Pelecehan Seksual, Cermin Budaya Permisif Perilaku Seksis
- 22 Apr 2026 22:30 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO. ID, Banjarmasin : Kasus dugaan pelecehan verbal oleh mahasiswa Universitas Indonesia menjadi pengingat bahwa budaya seksisme masih hidup, bahkan di ruang terdidik. Kasus tersebut menjadi viral diberbagai media.
Fenomena ini menjadi sorotan berbagai kalangan, termasuk dari komunitas pencinta sastra puisi yang hadir dalam Ragam Budaya, Ruang Sastra Pro 4 RRI Banjarmasin, Kamis 16 April 2026.
Di acara tersebut Yuliana, Alvian Ali, dan Halifah dari komunitas sastra bicara soal isu kesetaraan gender dari perspektif budaya dan sastra. Dikatakan, kasus tersebut berawal dari percakapan digital bernuansa seksual.
Dari percakapan digital tersebut memperlihatkan bagaimana objektifikasi perempuan kerap dianggap sebagai candaan. Padahal, praktik ini termasuk dalam bentuk pelecehan verbal yang berdampak nyata.
“Persoalan ini bukan sekadar tindakan individu, melainkan cerminan dari budaya yang masih permisif terhadap perilaku seksis”, ujar Alvian.
Sementara itu Yuliana menyoroti bahwa pendidikan formal belum tentu sejalan dengan kesadaran gender. Ia menilai, masih banyak individu terdidik yang belum memiliki sensitivitas terhadap isu kekerasan berbasis gender.
Sedangkan Halifah menegaskan bahwa sastra memiliki peran penting dalam membongkar realitas tersebut. Melalui puisi dan karya tulis, pengalaman perempuan dapat disuarakan dan menjadi bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....