Real Art Indonesia Jaga Identitas Tari Daerah di Ajang Nasional
- 17 Apr 2026 06:55 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Seniman muda asal Palembang yang berkarier di Jakarta, Fahmi Sriwijaya, menegaskan pentingnya menjaga pakem tari daerah di tengah berkembangnya kreasi tari modern.
Fahmi yang tergabung dalam tim kebudayaan Real Art Indonesia mengatakan, Lomba Tari Kreasi Nusantara yang rutin digelar organisasinya telah memasuki tahun keempat pelaksanaan pada 2025. Ajang tersebut diikuti peserta dari berbagai provinsi hingga kabupaten/kota di Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam siaran Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang, Minggu, 12 April 2026.
Menurut Fahmi, sistem penilaian dalam lomba tersebut dilakukan secara langsung dan terbuka untuk menjamin objektivitas. Dewan juri berasal dari berbagai daerah sehingga meminimalkan potensi keberpihakan.
“Juri ada 16 orang, dari 15 provinsi dan satu dari Timor Leste. Jadi penilaian benar-benar netral dan transparan,” ujar Fahmi.
Ia menilai tari Palembang memiliki kekuatan identitas yang berbeda dibanding daerah lain dalam rumpun budaya Melayu. Karakter gerakannya dipengaruhi unsur tari tradisional seperti Gending Sriwijaya yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
“Kita punya gaya sendiri, tidak sama dengan Melayu Riau. Gerakan kita lebih khas, dan itu yang harus dijaga,” tegasnya.
Fahmi juga menyoroti pentingnya mempertahankan dominasi unsur tradisional dalam setiap karya tari yang dilombakan. Dalam konsep Real Art Indonesia, komposisi tari diwajibkan mengandung unsur tradisional hingga 75 persen, sementara unsur kontemporer dibatasi agar tidak menghilangkan identitas budaya.
“Kalau terlalu banyak kontemporer, justru menghilangkan identitas daerah. Kita ingin anak-anak tetap membawa ciri khas Palembang,” katanya.
Ia berharap seni budaya Palembang semakin dikenal luas dan mampu bersaing di tingkat internasional. Menurutnya, penguatan identitas budaya daerah menjadi kunci agar warisan seni tetap bertahan di tengah arus globalisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....