Bahasa Indonesia Perlu Dirawat di Ruang Digital
- 04 Jun 2026 23:17 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan menyoroti tantangan menjaga bahasa Indonesia di tengah derasnya arus informasi digital. Hal tersebut dibahas dalam Dialog Literasi Digital Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 2 Juni 2026.
Penelaah Teknis Kebijakan Balai Bahasa Sumatera Selatan, Basuki Sarwo Edi, menilai perubahan komunikasi berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah menerima berbagai informasi dari seluruh dunia.
Menurutnya, derasnya informasi global turut mempercepat masuknya istilah asing dalam komunikasi sehari-hari. Kondisi tersebut menuntut masyarakat tetap adaptif tanpa kehilangan identitas kebahasaan yang dimiliki.
“Bahasa ini adalah cermin jati diri suatu bangsa,” ujar Basuki. Ia menegaskan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga tempat kebudayaan dan memori bangsa bernaung.
Balai Bahasa menilai media sosial membawa dampak ganda terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Platform digital memperkaya kosakata baru, tetapi berpotensi mengabaikan kaidah bahasa baku.
Meski penggunaan bahasa asing semakin umum, keberadaan bahasa Indonesia dinilai belum terancam. Bahasa asing justru dapat menjadi sarana mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi global.
Widyabasa Pertama Balai Bahasa Sumatera Selatan, Linny Oktovianny, menekankan pentingnya peran generasi muda. Kelompok ini menjadi pengguna teknologi terbesar sekaligus pembentuk tren komunikasi masa kini.
Ia mendorong penggunaan bahasa Indonesia dalam konten kreatif, podcast, hingga ruang digital lainnya. Upaya tersebut dinilai mampu menjaga relevansi bahasa Indonesia di tengah perkembangan teknologi.
Selain itu, masyarakat diingatkan lebih bijak menyikapi informasi yang beredar melalui media sosial. Menurutnya, masyarakat jangan cepat memberikan reaksi dan membagikan informasi yang belum diketahui faktanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....