Tari Bamba Manurung Sarat Filosofi Keke Baine
- 30 Mar 2026 09:51 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Tari Bamba Manurung merupakan salah satu kesenian tradisional khas Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang hingga kini masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat setempat.
Tarian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan spiritual yang kuat dalam kehidupan budaya masyarakat Mamuju.
Tarian khas Mamuju ini memiliki filosofi yang mendalam terkait dengan harga diri seorang wanita. Tari Bamba Manurung atau tari pusaka seolah ingin menunjukkan bahwa wanita memiliki kehormatan, harga diri dan sifat – sifat luhur yang harus selalu dijaga.
Hal ini bisa saja disebabkan oleh karena pada zaman dahulu, wanita dalam suku Mandar tidak dianjurkan untuk bekerja, melainkan hanya ditugaskan untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak.
Namun hal ini masih berupa perkiraan karena hingga saat ini belum ada informasi yang jelas mengenai asal usul tarian tradisional ini.
Tari Bamba Manurung ini secara filosofis melambangkan bagaimana para gadis menjaga harkat dan martabat mereka sebagai seorang perempuan. Gadis yang dalam bahasa Mamuju disebut Keke Baine ini terdiri atas dua kata yaitu Keke yang berarti Pusaka, dan Baine yang berarti Perempuan.
Tari Bamba Manurung juga mengandung makna kemakmuran dan kesabaran yang senantiasa tertanam dalam diri setiap Keke Baine Mamuju.
Tari Bamba Manurung biasanya dapat disaksikan pada acara pernikahan ataupun ritual/upacara adat di Mamuju seperti pengangkatan dan pelantikan seorang tokoh masyarakat atau tokoh adat.
Dimana pada acara tersebut sekelompok penari wanita akan menari dihadapan penghulu, para tokoh adat maupun para tokoh masyarakat. Tarian ini juga sering digunakan sebagai tarian untuk menyambut kedatangan tamu.
Hal ini dikarenakan dalam tarian Bamba Manurung juga memperlihatkan keanggunan perempuan Mamuju.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....