Antusias Masyarakat Banjar Mempertahankan Tradisi Lokal
- 11 Mar 2026 08:17 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin: Program siaran Pandiran Baisukan Pro4 RRI Banjarmasin pada Selasa (10/3/2026) menghadirkan komunitas Laung Kuning Banjar untuk membahas tema “Antusias Masyarakat Banjar Mempertahankan Tradisi Lokal.” Dialog interaktif ini menghadirkan narasumber Abdul Haris dan Hendra yang berbagi pandangan mengenai berbagai tradisi Banjar yang masih dijaga hingga kini.
Siaran yang dipandu host Kyan tersebut juga membuka kesempatan bagi pendengar untuk ikut berdiskusi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Dalam perbincangan itu, kedua narasumber menjelaskan bahwa mempertahankan tradisi merupakan bagian penting dari menjaga identitas budaya masyarakat Banjar.
Haris menjelaskan bahwa keberadaan komunitas Laung Kuning Banjar menjadi salah satu upaya untuk menjaga tradisi serta simbol-simbol budaya Banjar. Salah satu di antaranya adalah penggunaan laung, penutup kepala khas Banjar yang sering dikenakan dalam kegiatan adat maupun aktivitas sehari-hari.
“Tradisi itu identitas kita sebagai orang Banjar. Salah satunya melalui laung yang menjadi ciri khas budaya kita dan masih dipakai dalam berbagai kegiatan,” ujar Haris.
Selain itu, komunitas Laung Kuning Banjar juga berupaya melestarikan tradisi bebersih pusaka, yaitu membersihkan benda pusaka seperti belati atau senjata tradisional milik anggota komunitas. Tradisi tersebut biasanya dilakukan menjelang bulan Ramadan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Banjar.
Menurut Hendra, kegiatan bebersih pusaka dilakukan dengan beberapa tahapan, seperti menggunakan jeruk nipis, kopi, serta mengasapi pusaka dengan dupa. “Ini bagian dari tradisi orang Banjar yang masih kami jalankan agar nilai-nilai budaya tetap terjaga,” jelasnya.
Dalam diskusi tersebut juga dibahas tradisi baayun anak, yaitu tradisi mengayun bayi yang biasanya dilakukan setelah bayi berusia sekitar 40 hari hingga beberapa bulan. Tradisi ini memiliki makna doa dan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik serta patuh kepada orang tua.
Selain itu di sesi terakhir siaran, beberapa pendengar juga turut memberikan pandangan mengenai tradisi Banjar yang masih bertahan hingga sekarang. Salah satu pendengar dari Pelaihari menyebutkan tradisi bada damaran atau pemasangan lampu hias pada malam selikur Ramadan sebagai bentuk kegembiraan menyambut malam-malam terakhir bulan suci.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....