Upacara Sapuh Leger Netralisir Sifat Buruk Anak
- 10 Mar 2026 19:57 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar- Anak-anak yang lahir pada kurun waktu Wuku Wayang, diwajibkan menjalani upacara penyucian khusus yang disebut Lukatan Sapuh Leger, guna menetralisir pengaruh buruk akibat lahir pada hari transisi, yang dianggap tidak menguntungkan. Hal tersebut ditegaskan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Gianyar , I Ketut Wintenaya,S.Ag.,M.Pd.H., ketika berbincang dalam program acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurut Wintenaya kelahiran di periode ini, secara tradisional diyakini akan membawa gangguan emosional jika tidak segera diupacarai. Berdasarkan sumber sastra, tingkat kesakralan yang mengandung kekuatan religiomagis ini, mengharuskan adanya upacara penglukatan, agar kehidupan sang anak kelak terbebas dari penderitaan batin yang menyusahkan orang lain.
Prosesi ini merupakan bentuk "penebusan dosa khusus" yang ditujukan kepada Hyang Widhi dengan harapan Tuhan memberikan anugerah nasib baik serta menjamin perkembangan mental anak di masa depan. "Anak-anak yang lahir pada saat ini ditakdirkan menderita karena mengalami gangguan emosi dan menyusahkan orang lain, sehingga dilakukan upacara penebusan dosa khusus bernama Lukatan Sapuh Leger," ujar Wintenaya.
Wintenaya menambahkan bahwa upacara ini menggunakan media pementasan wayang kulit sebagai sarana utama, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai edukasi dan penyucian yang sangat kuat bagi jiwa sang anak. Kelahiran pada Wuku Wayang dianggap berada dalam pengaruh Bhatara Kala yang sangat kuat, karena adanya penyatuan unsur api, air, dan angin yang menciptakan suasana batin yang "gerah" atau tidak stabil.
Ketidakstabilan inilah yang perlu diredam melalui ritual, agar sifat-sifat destruktif dalam diri manusia, dapat diubah menjadi sifat yang lebih tenang dan bijaksana sesuai ajaran agama. Menurut Wintenaya masyarakat Bali sangat memegang teguh tradisi ini, karena dipercaya bahwa tanpa penyucian, potensi kecerdasan dan keberuntungan sang anak bisa terhambat, oleh energi negatif yang dibawa sejak lahir.
Oleh karena itu, momentum Tumpek Wayang menjadi waktu yang paling tepat bagi para orang tua untuk melaksanakan kewajiban spiritual ini demi kebahagiaan lahir dan batin keturunan mereka. "Harapannya Hyang Widhi akan menganugerahkan nasib baik pada anak itu dan menjamin bahwa hari lahir yang tidak baik itu tidak akan berpengaruh buruk pada perkembangan selanjutnya," tutup Wintenaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....