Sejarah Hari Catur Sedunia yang Diperingati 20 Juli

  • 19 Jul 2026 19:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Setiap tanggal 20 Juli, masyarakat dunia memperingati Hari Catur Sedunia atau World Chess Day. Peringatan ini menandai hari berdirinya Federasi Catur Internasional (FIDE) pada 20 Juli 1924 sekaligus merayakan salah satu permainan tertua yang dikenal sebagai olahraga otak.

Hari Catur Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 12 Desember 2019. Namun, jauh sebelum itu, para pecatur di seluruh dunia telah memperingati Hari Catur Internasional setiap 20 Juli atas inisiatif FIDE sejak 1966.

PBB mengakui olahraga, seni, dan aktivitas fisik memiliki peran penting dalam membangun perdamaian, kerja sama, serta solidaritas antarbangsa. Dalam konteks tersebut, catur dinilai mampu mendorong toleransi, saling menghormati, dan mempererat hubungan antarmasyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Catur merupakan salah satu permainan intelektual dan budaya tertua di dunia yang memadukan unsur olahraga, ilmu pengetahuan, dan seni. Permainan ini juga bersifat inklusif karena dapat dimainkan oleh siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, bahasa, kemampuan fisik, maupun status sosial.

Sejarah catur modern diyakini berawal dari permainan kuno bernama Chaturanga yang berkembang di wilayah India Utara pada masa Kekaisaran Gupta sekitar abad ke-4 hingga ke-6 Masehi. Permainan tersebut kemudian menyebar melalui Jalur Sutra ke Persia dan berkembang menjadi Chatrang serta Shatranj.

Dari Persia, catur menyebar ke Semenanjung Arab, Bizantium, hingga Eropa. Pada abad ke-10, catur telah menjadi permainan populer di berbagai wilayah dunia dan terus berkembang hingga melahirkan aturan serta bentuk permainan modern yang dikenal saat ini.

Selain menjadi sarana hiburan dan kompetisi, catur juga dinilai berkontribusi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Catur dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong kesetaraan gender, serta memperkuat nilai inklusi, toleransi, dan saling pengertian.

Melalui Hari Catur Sedunia, PBB dan FIDE berharap permainan ini dapat terus menjadi media untuk membangun dialog, persahabatan, dan budaya damai di berbagai negara. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengapresiasi catur sebagai olahraga yang mengasah kemampuan berpikir, strategi, dan kreativitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....