Budaya Serba Instan di Era Digital Jadi Tantangan dalam Menuntut Ilmu

  • 20 Jul 2026 08:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Kemajuan teknologi dan budaya serba instan di era digital dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda dalam menuntut ilmu. Dosen Studi Pemikiran Islam UIN Saizu Purwokerto, Jamaludin, M.A., dalam dialog Tasbih (Tetap Asa Bimbing Hati), Jumat (17/07/26), mengatakan kemudahan memperoleh informasi kerap membuat proses belajar kehilangan kedalaman.

Menurut Jamaludin, belajar tidak cukup hanya mengandalkan akses informasi yang cepat. Ilmu memerlukan proses membaca berulang, memahami, dan mengkaji secara mendalam agar dapat melekat dalam diri seseorang.

"Di era digital, ciri utamanya serba instan. Padahal ilmu tidak bisa instan. Ilmu membutuhkan pendalaman dan pengulangan agar benar-benar dipahami," ujarnya.

Ia mencontohkan, sebuah buku yang dibaca pada jenjang pendidikan berbeda dapat memberikan pemahaman baru. Hal itu terjadi karena kemampuan berpikir seseorang berkembang seiring bertambahnya pengalaman dan pengetahuan.

Jamaludin juga mengingatkan bahwa proses belajar memiliki tahapan yang harus dilalui. Seseorang tidak bisa langsung menguasai materi tingkat tinggi tanpa memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu.

Menurutnya, keberadaan sekolah dan guru tetap memiliki peran penting meskipun sumber belajar digital semakin melimpah. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membimbing peserta didik agar memahami ilmu secara benar dan terarah.

Ia berharap generasi muda tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk memperoleh informasi secara cepat. Menurutnya, kebiasaan belajar yang tekun perlu dibangun agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....