Mengapa Peluang Terjadinya Badai Besar Jauh Lebih Tinggi di Lautan?

  • 18 Jul 2026 17:09 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Lautan di planet kita bukan sekadar hamparan air yang luas, melainkan "dapur raksasa" bagi terbentuknya badai-badai paling mematikan di dunia, seperti siklon tropis, hurrikan, dan topan. Peluang terjadinya badai besar di lautan jauh lebih tinggi dibandingkan di daratan. Secara ilmiah, laut menyediakan seluruh syarat ideal yang dibutuhkan untuk melahirkan pusaran angin raksasa, sementara daratan justru bertindak sebagai pereda yang melemahkan kekuatan destruktif dari fenomena cuaca ekstrem tersebut.

Faktor utama yang membuat lautan menjadi wilayah paling rawan badai adalah ketersediaan pasokan energi yang tak terbatas. Badai tropis membutuhkan suhu permukaan air minimal 27 derajat Celsius untuk dapat terbentuk. Air laut yang hangat ini menguap ke atmosfer dalam jumlah yang sangat masif. Ketika uap air tersebut naik dan mendingin, proses kondensasi melepaskan energi panas laten yang luar biasa besar. Energi inilah yang menjadi "bahan bakar utama" untuk menggerakkan dan memperbesar intensitas badai, sebuah kemewahan yang tidak dimiliki oleh area daratan kering.

Selain faktor bahan bakar, kondisi geografis lautan yang rata dan mulus memberikan keuntungan besar bagi perkembangan kecepatan angin. Di atas samudera, angin dapat berembus dan berputar tanpa hambatan fisik yang berarti. Sebaliknya, daratan dipenuhi oleh topografi yang kasar seperti pegunungan, perbukitan, hutan, hingga deretan gedung-gedung bertingkat. Struktur daratan ini menciptakan gaya gesek yang tinggi, berfungsi sebagai rem alami yang mampu memecah konsentrasi dinding badai dan mengacaukan arah sirkulasinya.

Perbedaan dramatis ini terlihat jelas saat badai bergerak mendekati pulau atau benua, sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah landfall. Begitu mata badai menyentuh daratan, badai tersebut seolah mengalami pemotongan logistik secara tiba-tiba karena kehilangan akses langsung ke air laut yang hangat. Dikombinasikan dengan hambatan gesekan dari permukaan tanah, energi badai akan merosot tajam dalam hitungan jam. Badai raksasa yang tadinya mematikan di laut lepas biasanya akan melemah secara signifikan dan berubah menjadi hujan deras biasa ketika bergerak semakin jauh ke pedalaman.

Kendati demikian, penting untuk membedakan jenis badai tropis berskala besar dengan badai guntur lokal (thunderstorm) yang menghasilkan kilat dan tornado. Untuk jenis badai petir lokal, frekuensi kejadiannya justru jauh lebih tinggi di atas daratan karena tanah lebih cepat menyerap panas matahari pada siang hari dan memicu ketidakstabilan udara. Namun secara keseluruhan, jika melirik pada potensi terbentuknya badai besar dengan daya rusak massal, lautan tetap menjadi wilayah dengan peluang hampir mutlak sebagai tempat lahir dan berkembangnya fenomena alam tersebut.(whoi.edu)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....