DLH Pontianak Siapkan Gerakan Massal Eco Enzyme di Seluruh Kecamatan
- 18 Jul 2026 16:22 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Pemerintah Kota Pontianak merencanakan perluasan program penaburan eco enzyme ke seluruh wilayah kota setelah hasil uji laboratorium menunjukkan dampak positif terhadap kualitas air.
- Hasil evaluasi di Jalan Alianyang dan Jalan Pangeran Natakusumah menunjukkan penurunan tingkat pencemaran dengan peningkatan kadar oksigen, berkurangnya bakteri, nitrat, dan lumpur, serta tidak terdeteksinya logam berat.
- Program akan dikembangkan menjadi gerakan massal yang melibatkan sekolah, pelaku usaha, dan masyarakat di setiap kecamatan untuk memaksimalkan dampak positif terhadap lingkungan.
RRI.CO.ID, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana melanjutkan program penaburan eco enzyme ke sejumlah wilayah setelah hasil uji laboratorium menunjukkan dampak positif terhadap kualitas air. Program ini akan dikembangkan menjadi gerakan massal dengan melibatkan sekolah, pelaku usaha, hingga masyarakat di setiap kecamatan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, mengatakan hasil evaluasi terhadap penaburan eco enzyme di Jalan Alianyang dan Jalan Pangeran Natakusumah menunjukkan adanya penurunan tingkat pencemaran pada badan air. Menurutnya, peningkatan kadar oksigen, berkurangnya bakteri, nitrat, lumpur, hingga tidak terdeteksinya logam berat menjadi dasar untuk memperluas program tersebut.
"Berdasarkan hasil yang kita peroleh, penaburan eco enzyme ini berhasil mengurangi tingkat polutan di badan air. Kadar oksigen meningkat sehingga ikan bisa hidup, bakteri dan nitrat berkurang, lumpur juga menurun, bahkan logam berat tidak lagi terdeteksi," ujan Syarif saat diwawancarai setelah mengikuti kegiatan penaburan eco enzym di SMP N 1 Pontianak, Jum'at, 17 Juli 2026.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Pontianak akan melanjutkan penaburan eco enzyme di Parit Tokaya sebagai lokasi berikutnya. DLH juga akan berkoordinasi dengan sekolah, pelaku usaha, hingga pedagang di sekitar kawasan agar turut terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Pak Wali Kota langsung memerintahkan agar setelah kegiatan ini kita lanjutkan ke Parit Tokaya. Kami akan berkonsolidasi dengan guru, sekolah, pelaku usaha, hingga pedagang agar bersama-sama menjaga kualitas lingkungan di kawasan tersebut," kata Syarif.
Syarif menjelaskan, eco enzyme dapat dibuat secara mandiri di rumah dengan bahan yang mudah diperoleh. Masyarakat hanya memerlukan satu liter molase atau gula merah atau gula tebu, tiga kilogram kulit buah, serta sepuluh liter air hujan yang kemudian difermentasi selama tiga bulan.
"Bahannya sangat sederhana, yaitu satu liter molase atau gula merah, tiga kilogram kulit buah, dan sepuluh liter air hujan. Setelah itu difermentasi selama tiga bulan hingga menjadi eco enzyme yang siap digunakan," ujarnya.
DLH berharap gerakan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurut Syarif, partisipasi warga untuk memanfaatkan limbah organik menjadi eco enzyme sekaligus menaburkannya di saluran air di sekitar rumah akan memberikan dampak yang lebih luas terhadap kualitas lingkungan Kota Pontianak.
"Ini harus menjadi gerakan massal dan berkelanjutan. Kami mengajak seluruh masyarakat mengolah kulit buah menjadi eco enzyme, kemudian menaburkannya di saluran air di depan rumah sebagai langkah sederhana menjaga lingkungan," ucapnya.
Baca juga: Penaburan Eco Enzyme Meningkatkan Kualitas Air Parit di Pontianak
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....