Keterlambatan Bicara pada Anak
- 18 Jul 2026 05:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Setiap anak memiliki kecepatanan tumbuh kembang yang berbeda. Namun bagaimana jika di usia ketika teman-teman sebanya sudah mulai mampu menyusun kalimat,kemudian seorang anak ini masih kesulitan mengucapkan kata, apakah ini masih termasuk perkembangan yang wajar atau justru menjadi tanda yang perlu segera diperhatikan? Dan keterlambatan bicara atau speech delay ini masih menjadi salah satu keluhan yang cukup sering ditemui pada anak.
“ Speech delay adalah kondisi ketika kemampuan bahasa dan bicara anak tidak sesuai dengan tahap perkembangan usianya, Ujar Anggun Widyasari, A.Md.TW terapis wicara dari RSJD Dr. Arif Zainuddin Surakarta di Obrolan Siang RRI Surakarta yang dipandu Riandani Surya.
Perkembangan bicara dimulai sejak bayi lahir, misalnya melalui tangisan, kemudian menggumam (babbling), mengucapkan kata pertama, hingga menyusun kalimat sederhana.
Usia 0–2 bulan: menangis dan mulai merespons suara.
Baca juga: Inklusif Itu Nyata, Bukan Sekadar WacanaUsia 2–3 bulan: mulai menggumam.
Sekitar 1 tahun: mulai mengucapkan kata sederhana seperti "mama".
Sekitar 2 tahun: memiliki sekitar 50 kosakata dan mulai menggabungkan dua kata.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan bicara antara lain terlalu banyak paparan gadget, televisi, atau YouTube tanpa interaksi dua arah,kurangnya stimulasi dari orang tua,gangguan pendengaran,kelahiran premature,gangguan saat masa kehamilan (misalnya infeksi atau kurang nutrisi),gangguan perkembangan lain seperti autisme, gangguan intelektual, atau gangguan saraf.
| Baca juga: PAUD Jadi Pondasi Penting Masa Depan Anak |
Anak membutuhkan komunikasi dua arah, bukan hanya menonton layer dan sebaiknya anak di bawah usia 2 tahun tidak diberikan gadget, atau jika diberikan harus didampingi.Kemudia bisa dengan bermain bersama, membaca buku, mengajak berbicara, dan aktivitas fisik jauh lebih efektif untuk menstimulasi perkembangan bahasa.
Kapan orang tua harus waspada?Segera konsultasikan ke dokter apabila,bayi tidak merespons suara keras.Pada usia 18 bulan belum mengucapkan kata yang bermakna.Anak yang sebelumnya sudah bisa mengucapkan beberapa kata kemudian kehilangan kemampuan tersebut.Anak mengalami keterlambatan perkembangan dibandingkan teman seusianya.
Speech delay tidak selalu berarti autisme. Namun, banyak anak dengan autisme juga mengalami keterlambatan bicara. Karena itu diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya.
Langkah pertama adalah berkonsultasi ke dokter anak atau dokter rehabilitasi medik.Jika diperlukan, anak akan menjalani asesmen dan terapi, seperti terapi wicara, terapi okupasi, atau fisioterapi sesuai kebutuhannya.Terapi disesuaikan dengan kemampuan anak dan dilakukan secara bertahap melalui aktivitas bermain.Keberhasilan terapi sangat bergantung pada kerja sama antara terapis, orang tua, dan lingkungan rumah. Orang tua perlu melanjutkan latihan di rumah secara rutin.
Speech delay merupakan masalah yang cukup sering terjadi, tetapi peluang perbaikannya sangat baik apabila dikenali dan ditangani sejak dini. Peran aktif orang tua dalam memberikan stimulasi, membatasi penggunaan gadget, serta segera mencari bantuan profesional menjadi kunci utama agar perkembangan bahasa anak dapat optimal. ( Ria )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....