UMKM di Sekitar Asrama Haji Donohudan Ramai Saat Musim Haji

  • 28 Mei 2026 11:35 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Aktivitas pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar Asrama Haji Donohudan, Boyolali, meningkat selama musim haji. Sejumlah pedagang memanfaatkan momentum kedatangan jamaah dan keluarga pengantar untuk berjualan di kawasan tersebut.

Ketua Paguyuban UMKM depan Asrama Haji Donohudan, Ribut Rismanto, mengatakan pada hari biasa di luar musim haji terdapat sekitar 70 UMKM yang aktif berjualan. Para pedagang dibagi dalam dua sif waktu operasional, yakni pagi hingga siang dan dilanjutkan sif kedua mulai pukul 15.00 WIB hingga 23.00 WIB.

"Pedagang pada sif pagi dan malam umumnya berbeda. Hal tersebut dilakukan agar kesempatan berjualan dapat dirasakan lebih banyak warga sekitar yang menggantungkan penghasilan dari sektor UMKM di kawasan Asrama Haji Donohudan." kata Ribut yang juga Ketua BPD Desa Donohudan Rabu 27 Mei 2026.

Sementara saat musim haji, jumlah UMKM meningkat karena hadirnya pedagang musiman dari luar wilayah Donohudan. Selain anggota UMKM tetap, terdapat pula pedagang dari Solo, Sukoharjo, dan sejumlah daerah lain yang ikut membuka lapak selama musim keberangkatan dan pemulangan jamaah haji.

Ribut menjelaskan, biaya sewa tempat berjualan di sekitar Asrama Haji Donohudan berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp600 ribu selama satu musim haji. Besaran biaya tersebut menyesuaikan luas lapak yang digunakan oleh masing-masing pedagang.

Ia menambahkan, sebagian besar pelaku UMKM masih berasal dari warga sekitar Donohudan. Namun, ada juga pedagang yang datang dari wilayah yang lebih jauh, salah satunya dari daerah Bekonang, Sukoharjo, Klaten untuk mencoba peruntungan selama musim haji berlangsung.

Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku pendapatan tahun ini menurun dibandingkan musim haji tahun lalu. Menurutnya, jumlah pengunjung memang cukup ramai, namun minat masyarakat untuk membeli dinilai tidak sebesar tahun sebelumnya sehingga omzet penjualan ikut menurun.

"Sepi pembeli, kebanyakan mereka hanya berdatangan melihat-lihat tapi tidak membeli. padahal harga sudah saya turunkan namun tetap tidak membeli. kemungkinan yang laris hanya yang jualan makanan dan mainan anak." ucap salah satu pedagang. (Agung TN)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....