Membesarkan Anak Bilingual sejak dini
- 17 Jul 2026 16:15 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID,Jakarta – The Bilingual Parenting mengajak orang tua mengenalkan bahasa kedua kepada anak sejak usia dini melalui pendekatan alami dan konsisten. Pendiri The Bilingual Parenting, Hapikry Surya Permana, menyebut langkah tersebut membantu anak memperoleh bahasa secara natural sejak kecil.
Menurut kang Pikry pendekatan bilingual parenting merupakan gerakan edukatif bagi orang tua, mahasiswa, serta guru mengenai pemerolehan bahasa anak.
Ia menjelaskan pengenalan bahasa sejak dini menggunakan proses language acquisition, bukan sekadar pembelajaran bahasa melalui metode konvensional sekolah.
"Gerakan edukatif untuk memberikan edukasi terutama ke orang tua, mahasiswa yang akan menjadi guru, guru, ataupun yang sudah menjadi guru . tujuannya adalah memberikan edukasi untuk mengenalkan bahasa kedua kepada anak sejak dini, bahkan sejak bayi," ujar Kang Pikry panggilang akrab dari Hapikry Surya Permana dalam obrolan komunitas di RRI PRO4 Jakarta hari ini Jumat 17 Juli 2026.
Kang Fikry menegaskan bilingual tidak selalu berarti bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, melainkan dapat melibatkan bahasa daerah keluarga masing-masing.
Anak berkesempatan menguasai beberapa bahasa apabila orang tua konsisten memperkenalkan bahasa yang benar sejak masa pertumbuhan awal.
Ia juga meluruskan anggapan bahwa bilingualisme menyebabkan keterlambatan berbicara pada anak karena tidak didukung berbagai penelitian ilmiah terkini.
Menurutnya, speech delay lebih sering dipengaruhi kondisi kesehatan, minim interaksi, serta paparan layar berlebihan daripada penggunaan banyak bahasa.
" Berdasarkan berbagai penelitian, terutama penelitian dalam kajian bilingualisme, multilingualisme,terus juga psikologi ternyata bilingualisme tidak menyebabkan speech delay. Jadi para peneliti ini menganggap, bilingualisme itu kondisi normal. Dan tidak menyebabkan gangguan atau ketelambatan bicara",Ujar Kang pikry dalam obrolannya lewat tepon bersama Arief
Hapikry menyarankan orang tua memulai pengenalan bahasa kedua sejak usia nol hingga tiga tahun menggunakan metode konsisten sehari-hari.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan ialah One Parent One Language, yaitu setiap orang tua memakai bahasa berbeda secara konsisten.
Melalui komunitas The Bilingual Parenting,
Masyarakat dapat mengikuti webinar, lokakarya, serta tantangan mingguan untuk meningkatkan konsistensi berbahasa bersama anak.
Hapikry mengingatkan orang tua memulai dari frasa sederhana, membacakan buku, mendengarkan lagu, serta terus belajar menggunakan bahasa kedua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....