Benarkah Hujan Punya Bau? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- 17 Jul 2026 09:45 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Pernahkah Anda mencium aroma khas yang muncul sesaat sebelum atau setelah hujan turun? Banyak orang menyebutnya sebagai "bau hujan". Namun, benarkah hujan memiliki aroma?
Jawabannya, bukan air hujannya yang berbau, melainkan aroma yang muncul dari tanah, tumbuhan, dan udara ketika tetesan hujan mengenai permukaan bumi.
Fenomena ini dikenal dengan istilah petrichor, yaitu aroma khas yang muncul ketika hujan pertama membasahi tanah yang sebelumnya kering.
Aroma tersebut berasal dari minyak alami yang dihasilkan beberapa jenis tumbuhan dan senyawa yang diproduksi oleh bakteri tanah, terutama bakteri Streptomyces.
Saat hujan turun, tetesan air melepaskan partikel-partikel tersebut ke udara sehingga tercium oleh hidung manusia.
Selain petrichor, menjelang hujan terkadang juga tercium aroma yang lebih segar. Hal ini dapat dipengaruhi oleh ozon, yaitu gas yang terbentuk akibat aktivitas listrik di atmosfer, seperti petir.
Angin kemudian membawa aroma tersebut hingga dapat tercium sebelum hujan benar-benar turun. Menariknya, kemampuan manusia mengenali aroma petrichor tergolong sangat baik.
Para peneliti menemukan bahwa hidung manusia sangat peka terhadap senyawa geosmin, salah satu zat yang dihasilkan bakteri tanah. Bahkan dalam kadar yang sangat kecil, aroma ini sudah dapat tercium dengan jelas.
Tak heran jika banyak orang mengaitkan aroma hujan dengan rasa tenang, nostalgia, atau kenangan masa kecil. Selain dipengaruhi oleh proses ilmiah, pengalaman pribadi juga berperan dalam membentuk persepsi seseorang terhadap aroma tersebut.
Jadi, jika selama ini Anda mengira hujan memiliki bau, sebenarnya yang Anda hirup adalah perpaduan aroma tanah, tumbuhan, bakteri alami, dan kondisi atmosfer yang muncul ketika hujan turun.
Fenomena sederhana ini menjadi salah satu bukti bahwa alam menyimpan banyak proses menarik yang sering kita rasakan, tetapi jarang kita sadari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....