Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 17 – 20 Juli 2026
- 16 Jul 2026 19:25 WIB
- Baubau
Poin Utama
- BMKG merilis prakiraan gelombang sedang (>1.25 m - 2.5 m) untuk wilayah Sulawesi Tenggara berlaku 17-20 Juli 2026 dengan peringatan dini untuk keselamatan nelayan dan pengguna jasa kelautan
- Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 Knot (6 Skala Beaufort) diprakirakan terjadi di Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Wakatobi dengan pola angin dari arah Timur hingga Selatan berkisar 2-20 Knot
- BMKG mengimbau nelayan pengguna perahu kecil untuk berhati-hati dan masyarakat pesisir tetap waspada terhadap potensi abrasi atau limpasan air laut ke daratan terutama saat pasang maksimum
RRI.CO.ID, Baubau – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 17 – 20 Juli 2026.
Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, pola angin umumnya bertiup dari arah Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 Knot. Kecepatan angin tertinggi mencapai 25 Knot (6 Skala Beaufort) terjadi di Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Wakatobi.
Peringatan Dini Gelombang Tinggi
Gelombang >1.25 m - 2.5 (Kategori Sedang) diprakirakan terjadi pada :
- Tanggal 17 Juli 2026 Pukul 08.00 - 18 Juli 2026 Pukul 08.00 : Perairan Wawonii, Perairan Buton, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Sultra.
- Tanggal 18 Juli 2026 Pukul 08.00 - 20 Juli 2026 Pukul 08.00 : Perairan Wawonii, Selat Cempedak, Perairan Buton, Teluk Bone Barat Kabaena, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi dan Laut Banda Timur Sultra.
BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.
Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.
Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....