Hello Sister Indonesia Ruang Aman Perempuan Indonesia

  • 16 Jul 2026 12:51 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Hello Sister Indonesia Ruang Aman Perempuan Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta– Hello Sister Indonesia terus mendorong terciptanya ruang aman bagi perempuan melalui edukasi, pendampingan, serta pemberdayaan masyarakat. Komunitas tersebut berfokus pada pencegahan kekerasan seksual dengan meningkatkan kesadaran publik agar berani melindungi diri.

“ Hello Sister ini adalah community base tujuan utamanya pencegahan kekerasan seksual Karena memang banyak banget kekerasan itu terjadi tapi banyak orang yang tidak menyadarinya , korban kekerasan bingung sebagai korban harus kemana , Jadi Hello Sister fokusnya pada pencegahan”. Demikian yang dikatakan Founder Hello Sister Indonesia,Nindi Voristya Wanda dalam obrolan komunitas Kamis 16 Juli 2026 pada pukul 9.15 WIB – 10.00 WIB.

Nindi, mengatakan komunitas tersebut lahir 3 tahun lalu dari pengalaman menyaksikan langsung peristiwa kekerasan terhadap seorang anak. Pengalaman itu mendorongnya membangun gerakan yang mengajak masyarakat lebih peduli, berempati, dan mendukung penyintas secara bersama.

Menurut Nindi, korban kekerasan sering menghadapi stigma serta budaya menyalahkan korban ketika berusaha mencari pertolongan dan keadilan. Karena itu, Hello Sister hadir sebagai pendamping awal dengan mendengarkan cerita korban sebelum menghubungkannya kepada layanan profesional terpercaya.

Hello Sister Indonesia membangun kolaborasi bersama psikolog, advokat, perguruan tinggi, serta berbagai organisasi untuk memperkuat layanan pendampingan korban kekerasan. Komunitas tersebut juga menyediakan akses komunikasi melalui situs resmi dan media sosial bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan awal.

Selain memberikan pendampingan, Hello Sister mengajak masyarakat membangun budaya empati mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga tempat kerja bersama. Edukasi sederhana mengenai perlindungan anak, persetujuan, serta pencegahan kekerasan dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.

Nindi berharap masyarakat tidak terburu-buru memviralkan sebuah kasus tanpa mempertimbangkan keselamatan dan kebutuhan korban secara menyeluruh terlebih dahulu. Ia mengajak semua pihak menjadi pendengar yang berempati sehingga korban merasa didukung, dipercaya, dan berani mencari pertolongan dengan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....