LGBT dalam Pandangan Islam, Ustaz Enjang Sampaikan Dakwah dengan Hikmah
- 16 Jul 2026 15:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Maraknya pembahasan mengenai identitas gender di media sosial dinilai perlu disikapi dengan pemahaman yang utuh sesuai ajaran agama. Hal tersebut disampaikan Ustaz Enjang Burhanuddin Yusuf dalam siaran dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto yang mengangkat tema "LGBT dalam Pandangan Islam".
Dalam pemaparannya, Ustaz Enjang menjelaskan bahwa Islam mengatur hubungan seksual melalui ketentuan syariat dan memandang hubungan yang dilakukan di luar ketentuan tersebut sebagai perbuatan yang tidak dibenarkan. Menurutnya, pandangan tersebut didasarkan pada dalil Al-Qur'an, hadis, serta sejumlah ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Ia juga menyinggung sejumlah data dan regulasi yang berkaitan dengan fenomena LGBT di Indonesia. Menurutnya, pembahasan mengenai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek agama, tetapi juga kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat.
"Islam melarang perbuatan seksual yang keluar dari ketentuan syariat," ujarnya.
Ustaz Enjang mengajak masyarakat untuk menjalankan amar makruf nahi mungkar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Namun, ia menegaskan bahwa penyampaian nasihat harus dilakukan dengan cara yang bijaksana dan tetap menghormati martabat setiap manusia.
Menurutnya, seseorang dapat menolak suatu perbuatan tanpa harus merendahkan pelakunya. Pendekatan yang mengedepankan nasihat, empati, dan kesempatan untuk bertaubat dinilai lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam.
"Bencilah kemaksiatannya, tetapi jangan membenci orang yang melakukan kemaksiatan itu," katanya.
Dalam sesi tanya jawab, Ustaz Enjang juga menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Oleh karena itu, keluarga maupun lingkungan diharapkan dapat memberikan pendampingan dan dukungan kepada siapa pun yang ingin kembali menjalani kehidupan sesuai ajaran agama.
Menutup diskusi, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai akhlak dan membangun lingkungan yang saling mengingatkan dalam kebaikan.
"Jika kita menemukan ada orang yang melakukan penyimpangan ini, sadarkan dia dan kembalikan kepada jalan yang lurus. Sampaikan dengan dakwah bil hikmah wal mau'izatil hasanah," pungkasnya. (Kartika)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....