Merangin Bergerak Cegah Geng Motor, Bupati dan Polres Teken Pakta Integritas

  • 16 Jul 2026 09:47 WIB
  •  Sungaipenuh

RRI.CO.ID, Sungai Penuh - Pemerintah Kabupaten Merangin bersama Polres Merangin memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi munculnya geng motor. Komitmen itu ditegaskan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Geng Motor yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Merangin, Rabu 15 Juli 2026.

Rakor dipimpin Bupati Merangin M. Syukur dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Merangin, Korwil BIN, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala sekolah, serta perwakilan pelajar.

Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi menegaskan kondisi keamanan di Kabupaten Merangin masih aman dan kondusif. Ia juga meluruskan anggapan masyarakat yang menyamakan komunitas motor dengan geng motor.

"Di Merangin tidak ada geng motor, yang ada adalah komunitas motor. Bedanya jelas, geng motor identik dengan kekerasan, tindakan anarkis, dan perbuatan yang merugikan masyarakat serta mengarah ke tindak kriminal," kata AKBP Kiki.

Meski belum ditemukan aktivitas geng motor di Merangin, Kapolres meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, deteksi dini perlu dilakukan agar komunitas motor tetap berkembang sebagai wadah positif dan tidak berubah menjadi kelompok yang meresahkan masyarakat.

Bupati Merangin M. Syukur menyambut baik inisiatif Polres Merangin menggelar rakor tersebut. Ia menilai langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah muncul persoalan.

M. Syukur mengaku prihatin dengan maraknya aksi geng motor di sejumlah kota besar yang kerap melibatkan senjata tajam dan mengakibatkan korban di kalangan masyarakat.

"Alhamdulillah, di Merangin tidak ada geng motor. Merangin adalah kabupaten tua yang masih menjunjung tinggi adat istiadat dan masyarakatnya terkenal ramah," ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Merangin memiliki sekitar 90 pondok pesantren yang telah terdaftar secara resmi. Menurutnya, nilai-nilai agama dan budaya menjadi modal penting untuk membentuk karakter generasi muda.

Ia mengajak seluruh masyarakat, orang tua, sekolah, tokoh agama, dan pemerintah bersama-sama mengawasi pergaulan remaja agar tidak terjerumus dalam tindakan kriminal maupun penyalahgunaan minuman keras dan narkoba.

"Mungkin mereka bukan anak-anak kita, tetapi mereka adalah harapan kita. Siapa tahu di masa mendatang ada anak Merangin yang menjadi presiden," tutur M. Syukur.

Sebagai bentuk komitmen bersama, rakor ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas Penolakan Segala Aktivitas Geng Motor di Kabupaten Merangin.

Bupati M. Syukur menjadi penandatangan pertama, kemudian diikuti unsur Forkopimda, MUI, Kepala Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan perwakilan peserta lainnya.

Melalui kesepakatan tersebut, seluruh pihak berkomitmen memperkuat sinergi dalam membina generasi muda, mengawasi aktivitas remaja, serta menjaga Kabupaten Merangin tetap aman, kondusif, dan terbebas dari keberadaan geng motor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....