Doa Rasional: Doa yang Menghargai Proses

  • 15 Jul 2026 14:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Doa adalah manifestasi harapan manusia. Seringkali doa hanya berisi deretan keinginan tanpa ada usaha yang nyata. Berdoa secara rasional berarti menyelaraskan permohonan spiritual dan usaha yang logis. Doa adalah memohon kekuatan untuk proses yang benar. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Daliman dalam siaran Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto.

"Doa adalah inti ibadah, artinya dalam setiap ibadah pasti ada doa yang kita panjatkan kepada Allah," ujarnya.

Ustaz Daliman mengingatkan umat muslim agar cerdas dalam berdoa. Dalam ajaran Islam telah diajarkan bagaimana melaksanakan doa dengan benar. Doa dibedakan menjadi dua, yaitu doa rasional dan doa tidak rasional. Doa rasional adalah doa yang diiringi dengan ikhtiar nyata, sedangkan doa tidak rasional adalah doa yang meminta hal-hal mustahil, bertentangan dengan sunatullah, atau tanpa disertai usaha.

"Kriteria doa yang tidak rasional selanjutnya adalah minta keburukan untuk orang lain, doa yang mengabaikan ikhtiar, dan doa yang memaksa," lanjutnya.

Ia juga menanamkan pemahaman bahwa proses ikhtiar adalah esensi dari doa itu sendiri. Doa dan usaha merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Seseorang tidak cukup hanya berdoa tanpa berusaha, begitu pula sebaliknya, usaha tanpa doa mencerminkan sikap yang mengandalkan kemampuan diri semata.

Selain isi doa, Ustaz Daliman juga menjelaskan pentingnya adab dalam berdoa. Di antaranya dengan meluruskan niat karena Allah, mengawali doa dengan pujian kepada Allah dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta memanjatkan doa dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik.

Ia menambahkan, berdoa juga sebaiknya dilakukan dengan suara yang lembut dan, jika memungkinkan, dalam keadaan suci. Meski demikian, kondisi tersebut bukan menjadi syarat mutlak diterimanya doa, melainkan bentuk penyempurna adab seorang hamba kepada Tuhannya.

Menutup kajian, Ustaz Daliman mengajak umat Islam untuk menjadikan doa sebagai penyemangat dalam berikhtiar, bukan sekadar tempat menggantungkan harapan tanpa tindakan. "Marilah kita berdoa dengan doa yang rasional, yaitu doa yang logis, realistis, dan disertai usaha yang halal. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita," pungkasnya. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....