SBH Jadi Agen Perubahan Kesehatan Remaja Melalui Edukasi Obat yang Tepat

  • 14 Jul 2026 16:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Remaja memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat. Melalui kegiatan Saka Bakti Husada (SBH), para anggota didorong menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat, termasuk penggunaan obat yang benar dan rasional.

Dalam program dialog Beranda Asta Cita Pro 1 RRI Surabaya, Selasa, 14 Juli 2026, Pamong SBH Pangkalan dr. Adnan Kapau Gani, Fajar Budi Setiawan mengatakan Saka Bakti Husada menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki karakter peduli terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, anggota SBH tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga keterampilan untuk menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing.

"Kami ingin anggota SBH tidak hanya memahami teori tentang kesehatan, tetapi juga mampu menjadi contoh dan mengedukasi masyarakat, khususnya teman-teman sebaya, agar menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu fokus pembinaan berada pada Krida Bina Obat, yang memberikan edukasi mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan obat dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional.

Sementara itu, Anggota Krida Bina Obat Dewan SBH Kota Surabaya, Tyas Ayu Nindya, menilai peran remaja sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan karena komunikasi antarteman sebaya cenderung lebih efektif. "Remaja lebih mudah menerima informasi dari sesama remaja. Karena itu kami berusaha aktif melakukan edukasi, baik melalui kegiatan di sekolah, penyuluhan kepada masyarakat, maupun media sosial agar pesan kesehatan bisa menjangkau lebih banyak orang," ujarnya.

Menurutnya, menjadi anggota SBH juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hal senada disampaikan Anggota Krida Bina Obat Dewan SBH Kota Surabaya, Adellia Mayriva Wibisono.

Ia mengaku bergabung dengan SBH telah memberinya pengalaman berharga dalam membangun kepedulian sosial sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saat memberikan edukasi kepada masyarakat. "SBH mengajarkan kami untuk berani berbicara di depan umum, bekerja dalam tim, dan menjadi contoh bagi teman-teman. Harapannya semakin banyak remaja yang bergabung sehingga semakin luas pula dampak positif yang bisa diberikan kepada masyarakat," ucapnya.

Melalui kolaborasi dengan puskesmas, sekolah, dan berbagai mitra, Saka Bakti Husada terus memperluas jangkauan edukasi kesehatan. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berkarakter, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....