Griya Sehat Qobiltu Kembangkan UMKM Herbal Berbasis Edukasi dan Terapi Holistik

  • 14 Jul 2026 15:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID,Purwokerto – Perjalanan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kesehatan tidak hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola hidup sehat. Perubahan pola pikir masyarakat menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam mengenalkan manfaat herbal yang bekerja melalui proses dan bukan secara instan.

Owner Griya Sehat Qobiltu Purbalingga, Hermy Prabawati, SE, mengatakan usahanya dirintis sejak tahun 2017 dengan fokus awal pada layanan terapi tradisional atau Thibbun Nabawi seperti bekam dan fasdhu. Seiring berjalannya waktu, banyak pasien yang menginginkan alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan kimia sehingga lahirlah berbagai produk herbal yang dikembangkan oleh Griya Sehat Qobiltu.

"Awalnya kami fokus di terapi. Kemudian banyak pasien yang meminta solusi agar bisa mengurangi ketergantungan obat kimia, sehingga kami mulai mengembangkan produk-produk herbal," ungkap Hermy saat menjadi narasumber dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Purwokerto, Senin (13/7/2026).

Hermy menuturkan, perjalanan usahanya juga sempat menghadapi tantangan besar ketika pandemi COVID-19 melanda. Klinik yang dibuka pada tahun 2019 terpaksa menghentikan operasional pada tahun 2020 karena mempertimbangkan keselamatan pasien dan perubahan kebutuhan masyarakat saat itu.

Meski demikian, Griya Sehat Qobiltu kini kembali melayani masyarakat dari wilayah Barlingmascakeb hingga luar Pulau Jawa. Selain menyediakan berbagai produk herbal seperti madu probiotik, cuka apel, dan minyak herbal, klinik tersebut juga memberikan layanan terapi holistik berupa bekam, akupunktur, dan elektroterapi.

"Pasien kami tidak hanya dari Purbalingga atau Banyumas, tetapi juga ada yang berasal dari Papua maupun Kalimantan ketika mereka sedang mudik atau berkunjung ke Jawa," katanya.

Menurut Hermy, tantangan terbesar yang masih dihadapi pelaku UMKM herbal adalah mengubah persepsi masyarakat terhadap proses penyembuhan alami. "Masyarakat masih banyak yang berharap hasilnya langsung terasa, padahal herbal membutuhkan proses. Karena itu edukasi menjadi bagian penting dalam usaha kami," ujarnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini melalui kebiasaan sederhana. "Kesehatan itu investasi. Mulailah dari niat, rutin bergerak, menjaga pola makan, dan memanfaatkan rempah-rempah yang ada di sekitar kita," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....