Bijak Manfaatkan Herbal sebagai Pendamping Pengobatan

  • 14 Jul 2026 15:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID,Purwokerto – Penggunaan herbal sebagai pendamping pengobatan medis dapat menjadi salah satu pilihan dalam menjaga kesehatan, asalkan dilakukan secara bijak dan sesuai dengan kondisi masing-masing individu. Masyarakat juga diimbau agar tidak mudah tergiur berbagai klaim manfaat produk herbal yang beredar di media sosial tanpa mengetahui kandungan maupun legalitasnya.

Hal tersebut disampaikan Owner Griya Sehat Qobiltu Purbalingga, Hermy Prabawati, SE, saat menjadi narasumber dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Purwokerto bertajuk "Menjalani Gaya Hidup Sehat dengan Herbal", Senin (13/7/2026). Menurutnya, herbal tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis, melainkan menjadi terapi pendamping yang membantu menjaga kesehatan tubuh secara bertahap.

"Herbal dan obat dokter bisa dikonsumsi berbarengan. Kalau kondisinya darurat tentu tetap membutuhkan penanganan medis karena efeknya lebih cepat, sedangkan herbal bekerja melalui proses," ujar Hermy.

Ia menjelaskan, berbeda dengan obat medis yang umumnya memberikan hasil lebih cepat, herbal membutuhkan waktu agar tubuh dapat menjalani proses detoksifikasi dan regenerasi sel. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki kesabaran dan konsistensi ketika memilih terapi herbal sebagai bagian dari pola hidup sehat.

"Minimal sekitar tiga bulan tubuh menjalani proses detoksifikasi dan regenerasi. Jadi memang tidak bisa berharap hasilnya langsung terasa," katanya.

Hermy mengatakan, menjaga kesehatan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dengan memanfaatkan bahan alami yang tersedia di dapur. Rempah-rempah seperti jahe, kunyit, sereh, black garlic maupun seduhan biji ketumbar dapat dimanfaatkan sebagai upaya menjaga kesehatan sehari-hari apabila dikonsumsi secara tepat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua herbal aman dikonsumsi oleh setiap orang. "Penderita batu ginjal sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi kunyit atau temulawak. Begitu juga seledri, meskipun baik untuk ginjal, tidak dianjurkan bagi penderita tekanan darah rendah karena dapat menurunkan tensi," jelasnya.

Di tengah maraknya produk herbal viral, Hermy mengimbau masyarakat agar lebih selektif sebelum membeli produk kesehatan. "Jangan mudah percaya dengan overklaim. Lihat komposisinya atau lebih baik mengonsumsi bahan herbal alami yang jelas asal-usulnya," tuturnya.

Menurut Hermy, membangun gaya hidup sehat membutuhkan komitmen yang dilakukan secara konsisten. "Awali semuanya dengan niat yang kuat. Mulailah dari langkah sederhana seperti rutin berolahraga, mengurangi makanan ultra-processed food, dan membiasakan mengonsumsi rebusan rempah di rumah," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....