Waspada Serangan HP sebelum Bertanding, Musuh Tak Terlihat yang Rusak Fokus Atlet

  • 14 Jul 2026 08:29 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Fokus dan mentalitas yang prima merupakan kunci utama bagi seorang atlet untuk meraih kemenangan di arena pertandingan. Namun, di era digital saat ini, terdapat ancaman terselubung yang kerap luput dari perhatian, yakni penggunaan gawai atau handphone (HP) sesaat sebelum bertanding.

Fenomena "serangan" HP ini terbukti dapat merusak persiapan mental dan menurunkan performa atlet secara drastis tepat sebelum peluit dibunyikan.

Psikolog olahraga dan para pelatih kini mulai menaruh perhatian serius terhadap dampak negatif gawai terhadap flow state (kondisi fokus total) seorang atlet. Sedikitnya, ada empat dampak krusial yang wajib diwaspadai:

Distraksi Digital: Aktivitas scrolling media sosial atau membalas pesan menguras kapasitas mental. Otak yang seharusnya bersiap untuk strategi pertandingan justru dipenuhi oleh informasi acak yang tidak relevan.

Lonjakan Emosi Negatif: Paparan komentar netizen, kritik, atau berita kurang menyenangkan di dunia maya dapat memicu kecemasan (anxiety) dan keraguan diri secara instan.

Kelelahan Mental dan Visual: Menatap layar gawai secara intensif memicu ketegangan otot mata (visual fatigue). Stimulasi visual yang cepat dari video pendek juga memaksa otak bekerja keras, sehingga atlet merasa lelah sebelum bertanding.

Sindrom Membandingkan Diri: Melihat unggahan rival yang tampak sangat siap di media sosial sering kali meruntuhkan rasa percaya diri dan memicu overthinking.

Langkah Proteksi: Terapkan Gadget Detox

Untuk mengantisipasi penurunan performa akibat "serangan" HP, tim pelatih dan atlet direkomendasikan untuk menerapkan regulasi ketat terkait penggunaan gawai di ruang ganti.

Pertama, pemberlakuan "Jam Malam HP" atau gadget detox, di mana atlet wajib mematikan atau mengubah gawai ke mode pesawat minimal 1 hingga 2 jam sebelum laga dimulai.

Kedua, jika HP melulu digunakan untuk mendengarkan musik penyemangat (pre-match playlist), atlet disarankan menggunakan fitur luring (offline) dan mengaktifkan mode Do Not Disturb (Jangan Ganggu) guna menghalau notifikasi masuk.

Langkah terbaik yang kini banyak diterapkan oleh klub profesional adalah mendelegasikan gawai kepada manajer atau menyimpannya di loker ruang ganti begitu tiba di vanue pertandingan. Dengan menjauhkan layar kecil tersebut, atlet dapat dialihkan untuk fokus pada rutinitas fisik, pemanasan, serta visualisasi strategi demi mengamankan kemenangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....